Rabu, 1 Desember 2021

Kasus Pernikahan Usia Dini di Tebo Meningkat

Kamis, 09 September 2021 | 08:34:23 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

 MUARATEBO – Kasus pernikahan anak usia dini di Kabupaten Tebo hingga Agustus 2021 ini, mengalami peningkatan hingga mencapai 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pernikahan terjadi akibat kurangnya pengetahuan dari orang tua hingga bukan menjadi persoalan tabu di kalangan masyarakat perdesaan. Hal tersebut dengan alasan menghindari perbuatan perilaku menyimpang dari ajaran agama.

Humas Pengadilan Agama Tebo, Andi Asyraf mengatakan, sejak Januari hingga Agustus 2021, ada 41 pasangan yang mengajukan dispensasi dan telah dikeluarkan izin sebanyak 35 pengajuan oleh Pengadilan Agama Tebo.

Sementara pada tahun 2019, Pengadilan Agama Kabupaten Tebo menerima pengajuan dispensasi kawin sebanyak 16 pengajuan. Sedangkan tahun 2020 pengajuan dispensasi kawin tercatat sebanyak 102 pengajuan.

"Jika dipersentasekan sejak tahun 2019 berlanjut ke tahun 2020, pengajuan dispensasi nikah mengalami peningkatan sangat signifikan. Bahkan peningkatan itu lebih dari 100 persen," ungkapnya, Rabu (8/9).

Dijelaskan Andi, pernikahan di bawah umur yakni, pernikahan yang dilakukan laki-laki atau perempuan belum berusia 19 tahun. Maka untuk melangsungkan pernikahan ada syarat yang diwajibkan.

"Untuk melangsungkan pernikahan di bawah umur, mereka diwajibkan mengajukan dispensasi kawin," bebernya..

Menurutnya, terkait pengajuan permohonan pernikahan dini, telah diatur dalam Peraturan Menteri Agama (Perma) nomor 5 tahun 2019.

Tahapan pengajuan dispensasi ini, didahului dari pendaftaran oleh pihak yang akan menikah dengan usia di bawah 19 tahun.

Pihak bersangkutan kemudian akan dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan. "Setelah dipanggil yang bersangkutan akan menjalani Prosesi persidangan untuk pengesahan permohonan," katanya.


Penulis: Suci
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments