Rabu, 7 Desember 2022

Nilwan vs Ramoi di Atas Angin

Gencar Lobi Petinggi Partai untuk Rebut Kursi Wabup Merangin

Rabu, 29 September 2021 | 07:19:48 WIB


/

JAMBI - Nama Nilwan Yahya dan Harmaini semakin santer disebut sebagai calon kuat Wakil Bupati Merangin. Politisi Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Golkar itu sama-sama gigih dan semakin terbuka melobi para penentu kemenangan.

Sepeninggalan Mashuri yang dilantik menjadi Bupati Merangin menggantikan Al Haris yang terpilih sebagai Gubernur Jambi, kursi wabup Merangin menjadi rebutan partai koalisi. Pada 2018, pasangan Haris-Mashuri (Hamas)  diusung oleh koalisi Partai Golkar, PPP dan Partai Hanura.

Saat itu, koalisi ini menguasai 10 dari 35 kursi DPRD Merangin. Golkar menguasai tiga kursi, Hanura empat kursi, dan PPP tiga kursi. Berbeda dari pilbup 2018 yang langsung oleh rakyat, pemilihan wakil bupati yang kosong di tengah jalan akan dilakukan oleh DPRD.

“Kita sudah usulkan tiga nama ke DPP. Nanti, DPP yang akan mengeluarkan dua nama. Dua nama itu sedang kita tunggu-tunggu,” ujar Ketua DPD II Golkar Merangin Herman Efendi menjawab Metro Jambi, Senin (28/9).

Tiga nama yang diusulkan tersebut adalah Harmaini, Sahrudin Ilyas dan Asmawi. 

Harmaini adalah pendatang baru di Golkar. Sebelumnya, politisi yang biasa disapa Ramoi ini menjabat bendahara DPC PDIP Merangin. Pada 2019, dia maju sebagai caleg PDIP untuk DPRD Provinsi Jambi dapil Merangin-Sarolangun, tapi gagal.

Sedangkan Sahrudin Ilyas dan Asmawi adalah mantan anggota DPRD Merangin periode 2009-2014. Sahrudin kader lama, tetapi Asmawi pendatang baru di Golkar. Sebelumnya, dia menembus gedung legislatif dari partai lain.

Di antara tiga nama yang diusulkan Golkar, Ramoi cukup diperhitungkan. Walau baru, dia disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Cek Endra dan sejumlah pengurus DPD I. Santer desas-desus dia juga gencar melobi petinggi DPP Golkar.

Ramoi sendiri tidak menampiknya. Dihubungi Selasa (28/9), dia bahkan mengaku sedang berada di Jakarta untuk berkomunikasi dengan sejumlah politisi nasional.  “Saya komunikasi di pusat, ya, namanya politik, lobi-lobi  itu biasa,” ujarnya.

Dia yakin dengan stategi dan perjuangannya tanpa mengabaikan kemampuan calon lainnya. “Ini kan kompetisi, jadi marilah kita berkompetisi dengan baik,” tambahnya.

Ramoi juga yakin bisa mendapatkan dukungan dari Golkar. “Hanya saja, apa progress-nya kini saya belum tahu,” katanya.

Dia mengetahui ada beberapa nama yang diusulkan ke DPP. Namun, kata dia, calon lain tidak menunjukkan gerakan politik yang berarti.

“Sebaliknya ada nama yang tidak masuk usulan, tapi bergerak mencari dukungan. Tetapi, kita tungggu lah,” tutupnya.

Agresivitas Ramoi diimbangi oleh Nilwan Yahya. Ketua DPC PPP Merangin ini juga mengaku sedang berada di Jakarta, melobi sejumlah politisi nasional yang akan mendorong dan membantunya merebut kursi BH 2 F.

Nilwan mengklaim sudah mendapat dukungan PPP yang disetujui 11 DPC PPP di Provinsi Jambi. Selain itu, tambah dia, Rapimwil di Merangin belum lama ini juga memutuskan calon tunggal. 

“Hasil Rampimwil itu disampaikan ke DPP. Sekarang tinggal menunggu keputusan DPP,” ujar Nilwan, Selasa (28/9). Namun, dia mengaku siap menerima bila tenyata DPP mengusulkan calon lain.

Berbeda dari Ramoi, Nilwan lebih gencar melobi para pengurus partai di daerah dan anggota DPRD Merangin. “Untuk tingkat kabupaten dan provinsi, saya sudah berkomunikasi dengan partai koalisi,” tambahnya.

Namun dia juga akan realistis karena koalisi hanya bisa mengusulkan dua nama ke DPRD.  “Siapa pun yang diajukan Golkar dan Hanura, kita juga siap bermusyawarah,” katanya.

Hasil pemilu legislatif 2019 membuat peta politik di DPRD berubah. Golkar kini menguasai enam kursi, Hanura dua kursi dan PPP juga dua kursi.

Di luar koalisi, partai lain yang yang harus diperhitungkan di DPRD adalah PDIP (4 kursi), PAN (3), Gerindra (3), Demokrat (3), PKS (3), Perindo (3), Nasdem (3). Selanjutnya, PKB dengan dua kursi dan Partai Berkarya satu kursi.

Sadar hanya bermodal dua kursi, Nilwan juga mengaku sudah melobi kerabatnya di koalisi, yakni Partai Golkar, Partai PDI Perjuangan, dan partai lainnya.

Bila head to head dengan Ramoi, PDI Perjuangan akan lebih condong ke Nilwan mengingat Ramoi sudah dianggap sebagai “musuh” bagi partai banteng itu.

Di sisi lain, beberapa ketua partai juga dekat dengan Nilwan karena berasal dari satu daerah pemilihan. Sebut saja Ketua DPD PAN Merangin Ahmad Kausari dan Ketua DPC Gerindra Merangin Syafrudin Chan.

Hanya saja, walau Nilwan “pede” menyatakan dirinya calon tunggal, Ketua DPW PPP Provinsi Jambi Fadhil Arief menyatakan ada dua nama yang akan diusung partainya. “Ini lagi digodok, nanti dak berapa lama lagi segera disampaikan ke DPP," katanya, Senin (27/9).

Bupati Batanghari ini mengatakan, PPP menginginkan wakil Bupati Merangin yang bisa sejalan dengan bupati dan memahami daerahnya. “Usianya harus lebih muda dari bupatinya supaya bisa saling melengkapi,” katanya.

Golkar Merangin sendiri menyatakan siap menerima siapa pun yang direkom DPP. “Itu hak DPP, termasuk jika DPP merekom di luar dari tiga nama itu,” ujar Herman Efendi yang juga menjabat Ketua DPRD Merangin.

Namun, dia meminta DPP memilih sosok yang benar-benar mampu memimpin. Pernyataan Fendi ini bisa dimaknai politis mengingat belakangan muncul nama Diah Kumala Dewi dan Pinto Jayanegara sebagai calon alternatif dan bisa jadi kuda hitam.

Diah adalah putri mantan Ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi almarhum Zoerman Manap. Sedangkan Pinto adalah anggota DPRD Provinsi Jambi yang juga putra Antony Zeidra Abidin, tokoh asal Merangin, politisi senior DPP Golkar dan mantan Wagub Jambi.

Soal Nilwan yang gencar berkomunikasi dengan partai lain, Fendi menilai tidak ada salahnya.  Namun, kata dia, setiap partai koalisi pasti menginginkan kadernya menjadi wakil bupati. “Golkar sendiri punya enam kursi, tentunya tidak mau jadi penonton,” tukas Fendi.

Ketua DPRD Merangin ini juga siap jika misalnya dirinya diminta maju. “Sebagai kader tentu harus siap," tegasnya. Pengisian posisi Wabup diharapkan selesai menjelang akhir 2021. 

Yang tak kalah menarik dari kontestasi pemilihan Wabup Merangin adalah redupnya peran Partai Hanura. Dihubungi Metro Jambi, Ketua DPD Hanura Provinsi Jambi Yusup Zaini mengatakan bahwa partainya mungkin akan mendukung calon dari partai lain.

“Dulu ada (kader) yang mau dan berminat, tapi sekarang sepertinya tidak ada. Kader kita itu anggota Dewan, dan dia ingin bertahan hingga akhir jabatan 2024,” ujar Yusup, Senin (27/9).

Dia mengakui, politisi PPP Nilwan dan seorang akademisi, Jamrullah, sempat meminta dukungan partainya. “Jamrullah ini dia siap jadi kader Hanura,” kata Yusup. Namun, belum ada kata final.

 “Yang jelas,  kader dari partai lain kita minta bergabung dengan Hanura dan membesarkan partai. Kita stand by saja,” pungkas Yusup.


Penulis: ria/sdp/mrj
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments