Kamis, 2 Desember 2021

Udang Belalang Dominasi Ekspor Domestik Produk Perikanan Jambi

Jumat, 27 Agustus 2021 | 11:07:13 WIB


Kasi Pengawasan, Pengendalian, Data dan Informasi (Wasdalin) BKIPM Jambi Paiman lakukan cek fisik produk perikanan Jambi yang akan di kirim melalui jalur udara di Kantor BKIPM Jambi. Udang belalang mendominasi ekspor produk perikanan di Provinsi Jambi
Kasi Pengawasan, Pengendalian, Data dan Informasi (Wasdalin) BKIPM Jambi Paiman lakukan cek fisik produk perikanan Jambi yang akan di kirim melalui jalur udara di Kantor BKIPM Jambi. Udang belalang mendominasi ekspor produk perikanan di Provinsi Jambi / Antara/Muhamad Hanapi

 JAMBI - Udang belalang mendominasi ekspor domestik produk perikanan di Provinsi Jambi dengan jumlah udang yang di kirim sebanyak 469 ekor dari 823 ekor produk perikanan yang di ekspor dari Provinsi Jambi.

"Udang belalang merupakan produk perikanan yang mendominasi ekspor produk perikanan di Jambi, selanjutnya didominasi oleh ikan hias seperti ikan Cupang, Guppy, Tali-tali dan ikan Gabus hias," kata Kasi Pengawasan, Pengendalian, Data dan Informasi (Wasdalin) BKIPM Jambi Paiman, Kamis.

Pada bulan Juli 2021 total nilai ekspor produk perikanan Provinsi Jambi sebesar Rp 38,77 miliar. Penyumbang terbesar nilai ekspor produk perikanan di Jambi tersebut yakni ekspor udang belalang dengan nilai mencapai Rp 32,82 miliar.

Selanjutnya ekspor udang rebon senilai Rp 1,99 miliar, ikan cupang Rp 750 juta, ikan bawal sebesar Rp 547 juta dan ekspor ikan talang sebesar Rp 221,2 juta.

Dimana udang belalang tersebut merupakan hasil tangkapan nelayan di wilayah perairan timur Jambi, yakni di Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Kabupaten Tanjungjabung Timur.

Jika di lihat dari frekuensi pengiriman, terbanyak yakni pengiriman ikan cupang sebanyak 361 kali, kemudian pengiriman udang belalang 360 kali, ikan Guppy 153 kali dan ikan tali-tali 40 kali.

"Meski Jambi saat ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, kegiatan ekspor domestik perikanan di Jambi tidak terganggu karena pengirimannya mengikuti jadwal penerbangan di Bandara Sultan Thaha," kata Paiman.

Ekspor produk perikanan dari Provinsi Jambi tersebut di kirim ke sepuluh stasiun KIPM di Indonesia. Diantaranya ke Balai Besar KIPM Jakarta I, Wilker KI Tanjung Balai Karimun, Balai KIPM Surabaya I, Stasiun KIPM Batam dan Balai KIPM Semarang.

Selanjutnya ke Stasiun KIPM Bandung, Balai KIPM Balikpapan, Balai Besar KIPM Makasar, Wilker Tembilahan dan Stasiun KIPM Pontianak.

Dari sepuluh tujuan ekspor produk perikanan dari Jambi tersebut, produk perikanan paling banyak di kirim ke Balai Besar KIPM Jakarta I dengan frekuensi pengiriman sebanyak 712 kali. Kemudian ke Wilker KI Tanjung Balai Karimun sebanyak 80 kali dan Balai KIPM Surabaya I sebanyak 63 kali.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara

TAGS:


comments