Senin, 6 Desember 2021

20 Hari Pasca Ledakan, Api Masih Berkobar di Sumur Minyak Ilegal Desa Bungku

Jumat, 08 Oktober 2021 | 10:44:27 WIB


Tim gabungan melakukan monitoring dan pembersihan di lokasi sumur minyak ilegal yang terbakar di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi
Tim gabungan melakukan monitoring dan pembersihan di lokasi sumur minyak ilegal yang terbakar di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi / Metrojambi.com/ist

JAMBI - 20 hari pasca ledakan, api masih berkobar di lokasi sumur minyak ilegal dalam kawasan konsensi PT Agronusa Alam Sejahtera (AAS) di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Baca juga : Tidak Terdeteksi Gas H2S dari Sumur Minyak Ilegal yang Terbakar di Bajubang

"Api belum padam, masih menyala namun tidak meluas. Dan tidak sebesar hari pertama hingga kelima. Diperkirakan tinggi api saat ini lima meter ke atas," kata Direkrur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono, Jumat (8/10).

Baca juga : Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Areal PT AAS Sebabkan Dua Hektare Lahan Terbakar

Sigit menyebutkan, Kamis (7/10) kemarin telah dilakukan monitoring dan pengamanan situasi di lokasi PT AAS, terkait pembersihan jalan menuju sumur minyak ilegal yang terbakar dengan menggunakan alat berat. Selain itu, juga dilakukan pengecekan untuk persiapan pemadaman api.

Disebutkan Sigit, dari hasil pengecekan diketahui jika akses jalan menuju lokasi sumur yang terbakar saat ini dalam keadaan kering, sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca juga : Tiga Pelaku Illegal Drilling di Batanghari Ditangkap

"Landasan dropzone aray landasan heli yang dibuat menggunakan kayu juga sudah terpasang," ujar Sigit.

Dikatakannya lagi, embung permanen yang terdekat dengan lokasi kebakaran berjarak lebih kurang 150 meter, siap digunakan sebagai alat pemadaman api sesuai permintaan pihak Pertamina.

Sigit juga mengatakan dari hasil patroli jalan kaki yang dilakukan di sekitar lokasi kejadian, juga tidak ditemukan titik api baru, terutama pada kayu-kayu yangg telah lapuk dan kering.

Selain itu, kata Sigit, saat ini juga tengah dilakukan lean pembersihan di seputaran lokasi kebakaran dengan menggunakan alat berat.

"Kegiatan juga melibatkan Manggala Agni, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Batanghari, dan TNI," kata Sigit.

Sementara itu untuk kegiatan hari ini, Sigit mengatakan masih akan dilakukan monitoring dan pembersihan di lokasi sumur minyak ilegal yang terbakar.

"BPBD Batanghari juga masih menunggu pihak Pertamina selaku tim teknis yang akan memadamkan api di sumur minyak illegal drilling yang terbakar," pungkasnya.


Penulis: Novri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments