Kamis, 28 Oktober 2021

Negeri Sekepal Tanah Surga Harus Segera Pulih

Minggu, 10 Oktober 2021 | 11:35:43 WIB


/

 Oleh: Dandi Pranata *)

PERHELATAN Mushabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-50 tingkat Provinsi Jambi yang bertempat di Kabupaten Tanjungjabung barat telah usai. Kabupaten Kerinci pada MTQ kali ini masih belum berhasil mempersembahkan prestasi gemilang. Faktanya, posisi Kerinci berada pada urutan buncit atau peringkat terakhir.

Fakta tersebut diketahui berdasarkan SK Dewan Hakim Nomor 05 Tahun 2021 tentang penetapan pemenang I, II dan III tertanggal 7 Oktober 2021 kafilah asal Kabupaten Kerinci belum berhasil menjuarai sembilan cabang yang dilombakan, mulai dari cabang Tilawah, Hifzhil Quran, Tafsiril Quran, Fahmil Quran, Syahril Quran, MMQ dan Barzanji.

Mirisnya lagi, ini bukan kali pertama Kabupaten Kerinci mendapatkan peringkat terakhir selama mengikuti ajang MTQ tingkat Provinsi Jambi.

Berdasarkan data yang bersumber dari (metrojambi.com, 2019), tercatat pada tahun 2016 yang lalu MTQ tingkat Provinsi Jambi yang digelar di Kabupaten Merangin, Kerinci meraih peringkat ke 9.

Sedangkan MTQ tingkat Provinsi Jambi di Tanjungjabung Timur pada tahun 2017, Kerinci berada di posisi paling buncit alias peringkat 11. Sementara pada tahun 2018 yang lalu, MTQ tingkat Provinsi Jambi yang diselenggarakan di Batanghari, Kerinci juga tidak berhasil masuk lima besar.

Kemudian, pada MTQ Provinsi Jambi di Kabupaten Bungo tahun 2019, Kabupaten Kerinci berada di posisi 10 dari sebelas kabupaten/kota.

Jika mendengar nama Kerinci, tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita jika ada yang mengatakan "negeri sekepal tanah Surga". Julukan tersebut sangat cocok disandangkan karena alam Kerinci yang indah, dikelilingi perbukitan dan tanahnya yang subur.

Selain itu, juga terdapat gambar masjid pada logo Kabupaten Kerinci yang melambangkan ketaqwaan masyarakat Kerinci terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Atau bahasa lainnya yakni masyarakat yang religius.

Namun hari ini, seperti yang kita ketahui dari beberapa tahun yang lalu negeri sekepal tanah surga yang masyarakatnya religius namun tidak berhasil mengharumkan nama Kerinci pada perhelatan MTQ Provinsi Jambi sampai dengan sekarang ini. Hal ini tentunya sangat disayangkan sekaligus juga menunjukkan bahwa kulitas SDM Kabupaten Kerinci sudah jauh tertinggal.

Sebagai masyarakat Kabupaten Kerinci, apakah kita tidak malu dan prihatin melihat kondisi yang sangat miris seperti ini?

Sudah yang kesekian kalinya kita gagal mempersembahkan yang terbaik untuk Kerinci di bidang keagamaan, apa sebenanya yang menjadi akar dari permasalahan ini? Dan siapakah yang salah?

Jika salahnya ada pada kurang maksimalnya pemberdayaan maka pemerintah daerah Kabupaten Kerinci wajib untuk men-support hal tersebut. Mulai dari memaksimalkan anggaran dan juga mendatangkan pelatih yang berkompeten, agar bakat yang dimiliki oleh tiap-tiap SDM kita bisa dikembangkan dengan baik.

Atau masalahnya ada pada keterbatasan anggaran untuk pelatihan, SDM yang minim dan lain sebagainya? Barangkali untuk menyelesaikan persoalan ini Pemerintah Kabupaten Kerinci dapat melibatkan berbagai pihak mulai dari ormas seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan para akademisi untuk menemukan solusi yang solutif.

Hal ini sudah semestinya dilakukan dengan sesegera mungkin dan pemerintah Kabupaten Kerinci yang dalam hal ini selaku pemangku kebijakan harus membuka diri agar Kabupaten Kerinci dapat pulih dari kondisi sekarang ini.

*) Mahasiswa Pascasarjana Universitas Jambi


Penulis: Dandi Pranata
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments