Selasa, 30 November 2021

Polisi Gandeng Ahli Digital Forensic

Ungkap Kasus Pemalsuan KTP di Dinas Dukcapil

Senin, 19 Juli 2021 | 08:31:49 WIB


Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Sutiyono menunjukkan barang bukti KTP palsu yang berhasil diamankan
Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Sutiyono menunjukkan barang bukti KTP palsu yang berhasil diamankan / dokumentasi - Metrojambi.com

JAMBI – Setelah memeriksa sejumlah pihak terkait pemalsuan kartu tanda penduduk (KTP) di Dinas Dukcapil Kota Jambi, bidikan polisi mengerucut ke dua nama sebagai pelaku. Hanya saja, Polda Jambi masih menyembunyikan nama kedua oknum yang terdeteksi memalsukan 18 KTP elektronik itu.

“Masih dalam proses penyidikan. Kita sudah mengantongi dua nama oknum untuk kasus dugaan pemalsuan KTP ini, namun kita masih menunggu keterangan saksi ahli,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Sutiyono, Minggu (18/7).

Menurut Sigit, Polda menggandeng ahli administrasi negara, ahli hukum, ahli digital forensic, ahli ITE (informasi dan transaksi elektronik) dan ahli dari Dinas Dukcapil untuk mencari titik terang kasus ini. “Nanti dari keterangan saksi ahli inilah bakal terungkap pelanggaran oleh pelaku dan peran oknum tersebut,” ungkapnya.

Kasus ini mencuat setelah polisi menerima laporan korban KTP palsu yang dikeluarkan oleh staf Dinas Dukcapil. Laporan tersebut didalami oleh tim Opsnal Subdit VI Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi.

Kejahatan tersebut diduga melibatkan calo selain staf Dinas Dukcapil. Modus pertama, pelaku mencetak KTP di kantor Dinas Dukcapil di luar jam dinas, yakni sekitar pukul 04.00 WIB. Saat menjalankan aksinya, pelaku diduga mematikan kamera pengintai CCTV (closed-circuit television). 

Modus lainnya adalah illegal acces terhadap komputer dan sistem pencetakan KTP di Dinas Dukcapil. Modus ketiga, menggunakan material KTP bekas untuk mencetak KTP palsu tersebut.

Menurut Sigit, pelaku membersihkan bagian identitas pada KTP asli bekas dengan cara diamplas lalu dicuci. Setelah bersih, pelaku mencetak identitas baru di atasnya.

Dengan demikian, lanjut Sigit, bahan KTP adalah asli, tapi data identitas yang tertulis tidak sesuai dengan data yang tersimpan di chip KTP tersebut.

Seperti diketahui, KTP-E saat ini menggunakan chip yang isinya bisa dicocokkan dengan data yang tertulis di fisik KTP dan dalam sistem kependudukan.

Sigit mengatakan, pelaku dalam kasus ini akan dijerat dengan Pasal 1, Pasal 2 dan Pasal 3 UU ITE dengan ancaman pidana lima tahun penjara dan denda sekitar Rp 700 juta.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Jambi Nirwan Ilyas menyatakan akan membantu polisi mengungkap siapa staf yang terlibat dalam kasus ini. “Walaupun itu adalah pegawai atau staf Dinas Dukcapil, kami menyerahkan kasus ini kepada Polda Jambi untuk bisa diungkap tuntas," katanya.

Hanya saja, mantan kepala Dinas Kominfo ini mengaku belum mengetahui pasti siapa pelaku yang kini masih diselidiki Polda Jambi. Memang, lanjutnya, ada kecurigaan bahwa pelakunya adalah orang dalam Dinas Dukcapil sendiri.

Ditanya siapa saja yang telah diperiksa polisi, dia mengatakan bahwa Polda telah memeriksa empat pejabat Dinas Dukcapil sebagai saksi.

Mereka adalah Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (Kasi PIAK), Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk (Kabid Dafduk), Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kasi TIK), dan staf yang bertugas sebagai operator.

Nirwan juga mengingatkan warga Kota Jambi agar jangan mengurus KTP melalui calo. “Gunakanlah jalur-jalur yang sesuai SOP pelayanan di Dinas Dukcapil,” katanya.


Penulis: nov/nta
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments