Selasa, 30 November 2021

Asdarman, TKI asal Kerinci Terbaring di RS Malaysia, Keluarga Minta Perhatian Pemerintah Kabupaten Kerinci

Kamis, 27 Agustus 2020 | 11:15:30 WIB


Asdarman, TKI asal Kerinci terbaring di RS Malaysia
Asdarman, TKI asal Kerinci terbaring di RS Malaysia / Dedi/metrojambi.com

KERINCI - Asdarman, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia kini tak bisa berbuat apa-apa lagi karena penyakit yang dideritanya.

Informasi yang diperoleh, Asdarman berasal dari Desa Cupak, Kecamatan Danau Kerinci. Dia terbaring di rumah sakit karena memiliki penyakit komplikasi.

Martunus, Ketua KBKBM (Keluarga Besar Kerinci Bersatu) di Malaysia saat dihubungi, menyampaikan bahwa mereka sudah menghubungi dokter spesialis yang menangani Asdarman dan dokter menyampaikan bahwa sakit pasien sudah komplikasi.

“Dan dokternya juga menyampaikan biaya pengobatan mencapai 30.000 ringgit atau 100 juta,” bebernya.

Ia juga menyebutkan bahwa dari biro KBKBM telah berusaha semaksimal mungkin untuk membantu membayar pengobatan Asdarman namun apalah daya karena biaya terlalu besar sehingga tidak mencukupi.

“Sudah semaksimal mungkin kami untuk membantu membayar pengobatan Asdarman namun tidak bisa mencukupi,” jelasnya.

Sementara itu, pihak keluarga minta ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kerinci dan para dermawan untuk biaya pemulangan Asdarman ke desa asalnya di Kerinci.

"Ya kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk pemulangan keluarga kita yang mengalami sakit di Malaysia ke Kerinci," kata salah seorang keluarga.

Untuk itu, mereka sangat memohon kepada Dermawan, pemerintah daerah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk mengulurkan tangannya untuk membantu saudara kita yang terbaring lemah di Malaysia.

“Kami sangat memohon kepada para Dermawan, Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh untuk mengulurkan tangannya membantu saudara kita yang terbaring lemah di Malaysia,” pintanya.

Donasi atau sumbangan dapat disalurkan di ACC bersama KBKBM CIMB 7633655650


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi



comments