Jumat, 1 Juli 2022

Biro Umrah Tunggu Kepastian

Senin, 18 Oktober 2021 | 08:46:56 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

 JAMBI - Biro pelaksana umrah di Jambi masih menanti keputusan final pemerintah pusat terkait kepastian pemberangkatan kembali para peziarah ke Arab Saudi. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi juga belum menerima instruksi dan surat edaran resmi.

“Kita, daerah, mengikuti instruksi dari pemerintah pusat. Belum ada pemberitahuan dari Kementerian Agama. Soal haji dan umrah ini sifatnya terpusat,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Zoztafia, Minggu (17/10).

Menurut Zoztafia, bila sudah ada kejelasan, Kemenag segera melakukan sosialisasi kepada para jamaah dan penyelenggara. Diakuinya, para penyelenggara haji dan umrah juga sering mempertanyakan kapan umrah dan haji dibuka kembali.

Setelah Arab Saudi membuka kembali peluang pelaksanaan umrah dan haji, lanjut Zoz, pemerintah harus mengeluarkan pedoman tertulis. “Sampai saat ini belum ada instruksi secara lisan maupun tertulis dari Dirjen Haji,” tambahnya.

Tontri, pimpinan Nur Ramadhan Wisata di Jalan Pattimura, Jambi, menyatakan sudah mendengar pernyataan Kementerian Luar Negeri soal dilonggarkannya protokol kesehatan di Masjidil Haram oleh Kerajaan Arab Saudi.

Hanya saja, kata dia, petunjuk teknisnya belum ada. “Para jamaah telah menunggu untuk berangkat umrah, namun  kita belum tahu syarat pastinya seperti apa,” ujarnya.

Menurut dia, masalah teknis yang berkaitan dengan jamaah Indonesia selama ini adalah soal vaksin merek tertentu. Arab Saudi belum menegaskan apakah penerima Sinovac harus kembali diberi booster atau tidak. 

“Kemenag juga belum bisa memastikan. Sama, masih menunggu juga,” kata Tontri.

Di biro umrah miliknya, terdaftar sebanyak 190 jamaah usia rata-rata di atas 60 tahun. Pihaknya terakhir melakukan pemberangkatan pada Februari 2020.

Katanya, saat itu banyak yang stres karena harus menjalani karantina. Inilah yang dikhawatirkan jamaah yang ada sekarang.

“Ada info yang menyebutkan pilihannya vaksin booster (ketiga) atau dikarantina. Kalau karantina yang ditakutkan itu tadi. Kalau vaksin, di Indonesia banyaknya vaksin Sinovac,” jelasnya.

Dari 190 calon peserta umrah yang terdaftar di Nur Ramadhan Wisata, tidak akan diberangkatkan sekaligus. “Kita sudah siap untuk berangkat, tapi siapnya berapa itu targantung pemerintah,” ungkapnya.

Yang pasti prioritas diberikan kepada peserta yang batal berangkat pada  Februari 2020. Sejauh ini, walau keberangkatan ditunda, belum ada peserta yang mundur atau mebatalkan diri.

“Tidak tahu di biro travel lain. Kalau di kita tidak ada yang batal,” tegasnya.

Dia mengatakan, pendekatan biro travel Nur Ramadhan Wisata dengan jamaah dilakukan dengan cara kekeluargaan. “Kita selalu berikan info tentang keberangkatan, ibadah bareng melalui grup Whatsaap. Setiap bulan kita manasik,” kata Tontri.

Terpisah, pimpinan Bina Insani Tour Jambi, Muhammad Zayadi, mengatakan bahwa pihaknya siap memberangkatkan lebih dari satu rombongan pada tahun ini. “Sesuai imbauan asosiasi penyelenggara umrah, semua jamaah mempersiapkan vaksinasi. Syarat berangkat harus sudah divaksin,” ujarnya.

Bina Insani, katanya, telah dua bulan menunda keberangkatannya jemaah umrah. Sejauh ini, belum ada yang membatalkan diri atau meminta pengembalian dana.

Ditambahkan, pihaknya memprioritaskan keberangkatan sekitar 40 jamaah umrah. “Semuanya sudah menunggu, tinggal menunggu kepastian keberangkatan,” tandasnya.


Penulis: chy/nta
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments