Sabtu, 4 Desember 2021

Pemkab dan DPRD Kerinci Dinilai Lamban Tangani Banjir

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:58:19 WIB


Salah satu desa di Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci yang dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Batang Merao, Selasa (19/10).
Salah satu desa di Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci yang dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Batang Merao, Selasa (19/10). / dok/metrojambi.com

KERINCI - Tidak adanya perhatian pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kerinci dapil 3 terhadap bencana banjir bandang yang menghantam Desa Lubuk Suli dan Desa Baru Kubang, Kecamatan Depati Tujuh, beberapa hari lalu, mendapat sorotan dari semua kalangan.

Salah satunya adalah Ketua Umum HMI Cabang Kerinci – Sungaipenuh, Fengki. Ia menilai Pemerintahan Kabupaten Kerinci lambat dalam menangani bencana banjir dan longsor yang menerjang sejumlah kecamatan.

Baca juga : Sungai Batang Merao Meluap, Wilayah Depati Tujuh Dilanda Banjir

Fengki menyebutkan, bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah pernah mengingatkan risiko kebencanaan sejak jauh-jauh hari.

Menurutnya, hingga kini pertolongan dilakukan sesama warga. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait yang lambat turun ke kecamatan terdampak banjir dan longsor, bisa dibilang pemerintahan terkesan apatis.

Baca juga : Selain Banjir, Longsor Juga Terjadi di Kerinci

Dalam hal ini Fengki mendorong pemerintah daerah menjalankan mandat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

Ia meminta pemerintah melakukan percepatan pemberian bantuan dasar masyarakat terdampak bencana alam.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Depati Tujuh, Air Hangat, Hangat Timur dan Gunung Kerinci. Beberapa kecamatan ini dinilai rawan banjir dan longsor karena pemukiman warga dikelilingi bukit dan dekat dengan sungai.

Bahkan, sebagian besar rumah warga posisinya lebih rendah dari jalan raya dan saluran drainase, sehingga jika saluran drainase tersumbat, air menggenangi rumah warga. Sebagai antisipasi jangka panjang, perlu dilakukan normalisasi Sungai Batang Merao.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments