Sabtu, 4 Desember 2021

Pemkab Tanjabtim dan Warsi Bekerja Sama Mengelola Lahan Gambut

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:04:38 WIB


Suasana acara penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan KKI Warsi.
Suasana acara penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan KKI Warsi. / ANTARA/HO

MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan KKI Warsi menandatangani nota kesepahaman pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan dan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan.  

Penandatanganan  dilaksanakan  usai Sidang Paripurna Istimewa Ulang Tahun Tanjab Timur yang Ke-22 pada Kamis (21/10). Nota Kerja sama ini menjadi dasar tindak lanjut pendampingan masyarakat yang dilakukan oleh KKI Warsi di daerah itu.

Direktur KKI Warsi Rudi Syaf dalam keterangannya menyebutkan, nota kesepahaman ini adalah bentuk  komitmen kolaborasi KKI Warsi dan Pemkab Tanjab Timur.

“Nota kesepahaman adalah upaya tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya bersama OPD-OPD serta pihak swasta yang mengelola kawasan, terutama kawasan gambut, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” kata Rudi.

Kesepahaman ini memuat tiga upaya yang akan dilakukan oleh KKI Warsi bersama Pemkab Tanjab Timur. Di antaranya, pemberdayaan masyarakat desa sekitar kawasan hutan, pengelolaan gambut berkelanjutan dan pencegahan serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Bidang PSDA Setda Tanjab Timur Awaludin mengatakan bahwa nota kesepahaman ini diperlukan sebagai dasar untuk kerja sama yang lebih teknis di masa mendatang. “Hal ini dilakukan demi memperkuat kerja sama para pihak, baik itu dari NGO ataupun pihak-pihak lain yang berkegiatan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” kata Awal.

KKI Warsi telah melakukan pendampingan pada masyarakat desa sekitar hutan di Tanjab Timur sejak 2012, meliputi masyarakat yang mendapat persetujuan pengelolaan Perhutanan Sosial di sekitar lanskap HLG Londerang dan HLG Sungai Buluh.

Pendampingan yang dilakukan terfokus pada pengembangan ekonomi alternatif, pengelolaan gambut secara berkelanjutan serta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang biasanya terjadi pada kawasan gambut.

“Ke depan, nota kesepahaman ini akan acuan  perencanaan kegiatan – kegiatan yang akan mendukung pemberdayaan masyarakat desa sekitar Kawasan hutan dalam pengelolaan gambut berkelanjutan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan,” tutup Rudi.

Sebagian besar wilayah Tanjab Timur merupakan lahan gambut yang sejak lama memiliki kanal. Kanal ini turut serta mempengaruhi hutan dan lahan gambut, termasuk kawasan hutan lindung gambut. Akibatnya, setiap musim kemarau ancaman kebakaran gambut tetap tinggi.

Untuk mencegah kebakaran gambut, Warsi mendorong masyarakat mendapatkan hak kelola hutan melalui skema perhutanan sosial. Dengan izin yang dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, masyarakat memiliki legalitas untuk mengamankan kawasan hutannya.

“Upaya yang dilakukan masyarakat adalah dengan membuat sekat kanal di kawasan kelola mereka. Sekat kanal ini terbukti mampu mempertahankan muka air gambut dan mencegah gambut dari kebakaran,” kata Rudi.

Selain itu juga menurut Rudi yang paling penting dilakukan adalah dengan mengaktifkan masyarakat peduli api (MPA) di masing-masing desa. “Kita sudah mendorong pembuatan kelompok MPA  di beberapa desa, kelompok ini terbukti mampu menjadi garda terdepan dalam upaya-upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan gambut,” lanjut Rudi.

Warsi juga mengupayakan pengembangan ekonomi berbasiskan potensi masyarakat. Antara lain, meningkatkan mutu pinang dan kopi liberika dan mendorong masyarakat mengolah makanan dari bahan yang ada di sekitar mereka.

“Ada dodol dan garam nipah, ada piring pelepah pinang, dan kripik pisang rasa kopi liberika dan produk lainnya,” kata Rudi.

Dengan nota kesepahaman ini, langkah-langkah pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat pengelola gambut bisa ditingkatkan. “Asumsinya perekonomian membaik maka tekanan terhadap hutan gambut juga bisa diminimalisirkan,” kata Rudi.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments