Selasa, 30 November 2021

Kasus Perceraian di Tebo Meningkat

Rabu, 22 September 2021 | 11:07:57 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

MUARATEBO - Kasus perceraian di Kabupaten Tebo terhitung sejak awal tahun hingga September 2021 ini mengalami peningkatan. Rata-rata penyebab perceraian karena faktor ekonomi keluarga.

Kini Pengadilan Agama Tebo, tengah menerima pengajuan gugatan sebanyak 284 kasus. Dari jumlah tersebut dikabulkan sebanyak 241 gugatan, dan sebanyak 16 gugatan dicabut setelah dilakukan mediasi.

Humas Pengadilan Agama Tebo, Andi Asraf mengungkapkan, selain cerai gugat, cerai talak juga banyak yang masuk.

"Cerai talak September ini tercatat ada 92 pengajuan, yang dikabulkan sebanyak 81 pengajuan. Dari jumlah itu, 2 gugatan digugurkan, 2 dicabut dan 7 diantaranya merupakan sisa tahun lalu," kata Andi, Rabu (22/9).

Jika dijumlahkan dari kedua gugatan tersebut, 18 gugatan dilakukan pencabutan setelah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak dengan dijembatani Pengadilan Agama Tebo dan 2 digugurkan karena tidak memenuhi syarat.

"Sejauh ini, faktor ekonomi masih menjadi penyebab perceraian terbanyak di Kabupaten Tebo," sebutnya.

Menurutnya, jumlah perceraian terus mengalami peningkatan beberapa bulan terakhir, dari hitungan Januari hingga Mei tercatat ada 208 gugatan.

Artinya dalam 4 bulan terakhir, jumlah kasus perceraian di Kabupaten Tebo mengalami peningkatan sebanyak 114 gugatan. Kasus perceraian terbanyak di daerah Rimbo Bujang.

Sebagai perbandingan untuk tahun 2020 lalu, pihak pengadilan sudah menerima 78 perkara gugatan perceraian. Untuk perkara yang menyebabkan retaknya hubungan rumah tangga ini dimulai dari faktor ekonomi dan perselingkuhan.


Penulis: Suci
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments