Kamis, 27 Januari 2022

Pasokan Solar Kurang Sebabkan Antrean Panjang di SPBU

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:15:11 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

SUNGAIPENUH - Bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh beberapa waktu belakangan ini sulit didapat.

Kelangkaan solar bersubsidi ini, berdampak pada terjadinya antrean panjang truk-truk yang membutuhkan bahan bakar.

Seperti yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.371.20 Pelayang Raya, Kota Sungaipenuh, Provinsi Jambi, terjadi antrean panjang yang menuai polemik di tengah masyarakat.

Direktur SPBU 24.371.20 Pelayang Raya Kota Sungaipenuh, Sya’diah mengatakan, pasokan BBM jenis solar yang dibutuhkan masyarakat tidak mencukupi di SPBU Pelayang Raya.

"Karena masyarakat yang kami layani ekonomi menengah yang membutuhkan solar tidak hanya dari Kota Sungaipenuh, tetapi juga dari Kabupaten Kerinci," ujarnya, Selasa (26/10).

Banyaknya masyarakat ekonomi menengah yang membutuhkan BBM solar, membuat pasokan solar tidak mencukupi. Akibatnya terjadi antrean, dikarenakan sopir truk menunggu solar masuk ke SPBU.

Selain diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi menengah dan sopir truk, solar juga dibutuhkan UMKM yang memiliki rekomendasi dari Kepala Desa.

"Kami meminta Pemerintahan Kota Sungaipenuh menyurati Pertamina Pusat agar dilakukan penambahan kuota BBM jenis solar. Sementara kendaraan yang parkir untuk mendapatkan solar tidak mungkin kami melarang mereka," ujar Sya’diah.

Jika Pertamina melakukan penambahan kuota solar, ia yakin antrean panjang yang menimbulkan kemacetan dapat teratasi.

"Kami dari SPBU telah berupaya membantu masyarakat ekonomi menengah yang membutuhkan bio solar, itu pun yang kami layani masyarakat memiliki UMKM, untuk pembelian jerigen kami melayani yang ada surat rekomendasi dari kepala desa setempat sesuai peraturan dan UU Migas dengan batas pembelian 30 liter per hari," katanya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments