Senin, 6 Desember 2021

Belum Vaksin, Guru di Bungo Dilarang Mengajar Tatap Muka

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:31:49 WIB


Masril, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Bungo
Masril, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Bungo / Khairul Fahmi / Metrojambi.com

MUARABUNGO - Seluruh guru di Kabupaten Bungo diwajibkan untuk melakukan vaksinasi Covid-19, jika ingin melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka.

Jika belum divaksin, maka tenaga pengar tidak boleh melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Bungo, Masril menjelaskan, secara keseluruhan tenaga pendidik tingkat SD/SMP di daerah ini berjumlah 4.311 orang dan belum di vaksin sebanyak 992 orang.

Sedangkan total guru TK/PAUD di Kabupaten Bungo sejumlah 872 orang dan belum di vaksin berjumlah 190 orang.

“Semua tenaga pendidik baik di tingkat SD/SMP dan TK/PAUD wajib vaksinasi. Karena kita tidak ingin malah pendidik yang menyebarkan virus di sekolah. Tak ada alasan tidak vaksin kecuali memang ada penyakit bawaan,” kata Masril, Selasa (26/10).

Dikatakannya lagi, setiap guru  vaksin akan diminta bukti kalau mereka melaksanakan vaksinasi baik dosis pertama dan dosis kedua. Karena bagi yang sudah vaksin pasti ada bukti.

“Bagi guru yang belum sama sekali ikut vaksin maka akan diminta keterangan lebih lanjut. Kalau mereka memang tak bisa vaksin karena ada penyakit bawaan tentu ada keterangan resmi dari dokter,” ujarnya.

Masril menyebutkan, untuk memaksimalkan percepatan vaksinasi tenaga pendidik dan siswa tingkat SMP umur 12 tahun ke atas, akan disampaikan surat edaran ke sekolah melalui Korwil.

“Sesuai hasil rapat dengan pihak Forkopimda pada Jumat 22 Oktober 2021, guru wajib untuk vaksinasi. Siswa SMP umur 12 tahun ke atas berjumlah 6.975. Sementara yang belum vaksin masih tersisa 1.574 orang dan ini juga akan kita minta bukti vaksinnya,” katanya.

Bila guru tidak memiliki bukti kalau sudah vaksin, maka tidak boleh mengajar di sekolah dan tetap mengajar secara daring serta hasil mengajar daring nanti disampaikan ke dinas pendidikan.

“Selain tenaga pendidik, siswa SMP umur 12 tahun ke atas yang belum vaksin juga ikut belajar secara daring di rumah sebelum mereka menunjukkan bukti vaksin. Beda kalau ada penyakit bawaan dilampirkan surat keterangan medis maka bola ikut belajar tatap muka di sekolah,” pungkas Masril.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments