Kamis, 9 Desember 2021

Peran Serta Masyarakat dan Kebangkitan Pendidikan

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 20:29:24 WIB


Nuraini, bersama guru, orangtua dan komite membaca buku bersama dan memberikan buku untuk siswa SDN 003/V Kuala Tungkal Tanjung Jabung Barat
Nuraini, bersama guru, orangtua dan komite membaca buku bersama dan memberikan buku untuk siswa SDN 003/V Kuala Tungkal Tanjung Jabung Barat / Metrojambi.com/ist

 JAMBI - Salah satu sekolah mitra Tanoto Foundation di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah SDN 003/V Kuala Tungkal. Sekolah tersebut berada di pusat ibukota yang memiliki motto Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan.

Salah satu keberhasilan sekolah tersebut adalah kompaknya peran komite sekolah dalam membantu peran kepala sekolah dalam mewujudkan pembangunan pendidikan.

Selama ini peran serta masyarakat (PSM) khususnya orangtua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan belum tergali maksimal. Namun, berkat peran komite yang mampu menggalang PSM tersebut, membuat partisipasi masyarakat semakin meningkat.

Pada awalnya, akuntabilitas sekolah dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah juga lemah. Sekolah tidak merasa berkeharusan untuk mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan pendidikan kepada masyarakat, khususnya orang tua siswa, sebagai salah satu unsur utama yang berkepentingan dengan pendidikan (stakeholder).

Namun, berkat upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh Nuraini, sekolah tersebut kini menjadi rujukan bagi sekolah sekitar dalam upaya mempelajari budaya OPAT atau singkatan dari Obyektif, Partisipatif, Akuntabilitas, dan Transaparan.

“Kepercayaan masyarakat kepada sekolah harus tetap terjaga,” ujar Nuraini, yang terus berinovasi setelah mendapatkan pelatihan dari Program PINTAR Tanoto Foundation, Sabtu, (30/10).

Upaya yang Dilakukan
 
Sebagaimana yang kita ketahui, pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, bukan hanya kewajiban pemerintah, sekolah, dan guru saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat.

Masyarakat diharapkan peran sertanya dalam melaksanakan dan menyelenggarakan pendidikan, terutama dalam mendidik moral, norma, dan etika yang sesuai dengan agama dan kesepakatan masyarakat serta menumbuhkan budaya baca. tentunya kita paham, bahwa siswa belajar di sekolah dalam waktu terbatas, sedangkan waktu terbanyak ada di rumah dan masyarakat. 

Salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan peran serta masyarakat adalah membentuk Paguyuban orangtua siswa.

Paguyuban kelas merupakan perkumpulan orangtua siswa dalam suatu kelas yang bertujuan untuk membangun, menumbuhkan, dan meningkatkan partisipasi kepedulian dan tanggungjawab orangtua dengan memberikan saran dan masukan dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa.

Dengan adanya paguyuban maka program sekolah akan mudah dijalankan melalui kolaborasi bersama wali kelas.

Program MBS di SDN 003/V Kuala Tungkal

Adapun Program MBS yang telah dan akan dilaksanakan SDN 003/V Kuala Tungkal adalah KKG mini, mendorong guru kreatif, budaya baca, dan pembentukan paguyuban orangtua siswa kelas.

Sebagai kepala sekolah, saya langsung meminta guru aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan setiap orangtua siswa di masing-masing kelas untuk mendukung pembelajaran dan budaya baca.

Untuk mewujutkan tersebut, saya melakukan langkah-langkah berikut:

1. Mensosialisasikan Program MBS Kepala Sekolah Kepada Guru dengan cara Diskusi beberapa kali dengan Guru. Memberi Penguatan kepada guru betapa pentingnya kinerja guru kreatif dan Menumbuhkan budaya baca bagi siswa dan menaktifkan peran serta masyarakat di sekolah.
2. Mengundang orangtua siswa secara simultan perkelas dan menjelaskankan program MBS kepala sekolah, serta memberi pemahaman kepada orangtua pentingnya menumbuhkan budaya baca serta peran memungkinkan peran serta masyarakat agar masyarakat sama-sama bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan.
3. Menyediakan tempat kreasi masyarakat dan guru dalam kelas dengan cara mendekorasi kelas dan menyediakan sudut baca kreatif.

Peran Komite Sekolah

Setelah diberi penguatan kepada seluruh guru dan diberi pemahaman kepada masyarakat melalui komite sekolah dan paguyuban orangtua di masing-masing kelas, wali kelas dan masyarakat memberi respon positif.

Lalu paguyuban mengadakan rapat dan memutuskan untuk mendekorasi kelas dan menyediakan sudut baca kretif yang tujuannya agar kelas menjadi menarik dan dan anak senang membaca.

Bukti kerja paguyuban adalah mengumpulkan infak sukarela dan dananya dikelola secara transpara, terbuka dan akuntabel oleh paguyuban orangtua itu sendiri.

Mereka juga bekerja secara gotong royong pada kelas masing-masing. Selain itu, semua anggota paguyuban juga berkoordinasi dengan wali kelas dalam rangka mendesain kelas.

Kemudian, setelah dilaksanakan gotong royong antar anggota paguyuban dan wali kelas tercipta dekorasi kelas menarik dan sudut baca yang kreatif.

Menurut ketua komite SDN 003/V Kuala Tungkal, Drs. H. M. Yusran, mengatakan, bahwa dukungan komite sekolah merupakan langkah nyata dalam mewujudkan merdeka belajar.

"Kini komite sekolah bisa bersama-sama seluruh warga sekolah dalam memajukan pendidikan. Mendukung merdeka belajar dari Kemendibudristek," ujarnya.


Penulis: */nita
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments