Kamis, 9 Desember 2021

Unja Ciptakan Kebugaran Jasmani dan Empat Jenis Senam

Sabtu, 06 November 2021 | 22:37:35 WIB


/ Metrojambi.com/ist

 JAMBI - Universitas Jambi (Unja) ikut serta dalam Helf Promoting University (HPU) atau kampus sehat bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) sejak 2020. Salah satu bentuk komitmennya yakni mengupayakan bagaimana caranya dosen untuk selalu bugar.

Untuk tahap pertama mahasiswa belum diikutsertakan dikarenakan kondisi yang belum memungkinkan. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 40 peserta, yakni dosen dan karyawan FKIK Unja.

Ketua pelaksana M. Ridwan mengatakan, latar belakang dilaksanakannya kegiatan tersebut yakni, bagi karyawan atau dosen sepertiga waktu dihabiskan di kampus yang dengan kegiatan itu dharapkan karyawan dan mahasiswa sehat.

"Nilainya tinggi setelah tamat badannya sakit kan percuma," ujarnya, Sabtu (6/11).

Dikatakannya lagi, berdasarkan surveinya 25 persen dosen meninggal disebabkan hypertensi. "Diharapkan pergerakan kampus sehat ini di civitas akademika di Unja terutama akses fisik bahwa kebugaran sangat penting," kata Ridwan.

Lebih lanjut dikatakan, kerjasama tersebut telah ditandatangai Rektor Unja pada 9 Oktober di Yogyakarta bersama Kementerian Kesehatan dan UGM sebagai pendamping. "Ada 21 perguruangan tinggi yang didampingi oleh UGM," ujar Ridwan.

Penanggung jawab kegiatan, Sukendro, yang juga dosen di Porkes Unja, telah membuat standar kebugaran jasmani untuk karyawan dan senam karyawan.

Selama ini tidak ada mobile untuk meningkatkan dan mengukur kebugaran. "Saya sudah membuat suatu bentuk penelitian untuk mengukur kebugaran jasmani dan itu sudah dilakukan dan di uji coba di setiap instansi. Dan hari ini kita akan melakukan itu untuk karyawan FKIK," ujarnya

Selain itu, kebugaran jasmani dan panduan penggunaannya tersebut telah memeroleh HKI (Hak Kekayaan Intelektual).

Kemudian, dikatakan apabila nanti ada karyawan yang tidak bugar, pihaknya akan memberikan senam yang ia telah menciptakan tersebut.

"Ada empat senam berdasarkan usia. Standar kebugarannya berbeda setiap usia," pungkasnya.

Disebutkan, FKIK menjadi yang pertama yang di tes kebugarannya. "Nanti kita akan ke gakultas lain dan seluruh Provinsi Jambi dan perguruan tinggi lainnya. Untuk sekarang mahasiswanya belum, kedepan kita juga ke mahasiswa," ungkap Sukendro.

Sementara itu, Dekan FIKK Dr. Humaryanto mengapresiasi salah satu dosen FKIP Porkes Sukendro yang telah memiliki parameter ukuran kebugaran yang sudah memiliki HKI.

"Bisa mengukur tingkat kebugaran, upayanya bagaimana meningkatkan kebugaran dengan senam. Harapan kita kebugaran semakin lebih baik, bagaimanapun juga kondisi kesehatan yang maksimal efeknya ke kinerja," ujar Humaryanto.


Penulis: */Nita
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments