Senin, 16 Mei 2022

Tim Terpadu akan Awasi SPBU di Kota Jambi

Senin, 08 November 2021 | 11:53:07 WIB


SPBU
SPBU / dok/metrojambi.com

JAMBI – Walikota Jambi mengeluarkan surat edaran (SE) nomor DG.00.02/886/SE/2021, tentang pengaturan penggunaan bahan bakar solar untuk kendaraan roda enam atau lebih di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) wilayah dalam Kota Jambi. SE tersebut tertanggal 3 November 2021.

Dalam SE tersebut dijelaskan, penggunaan bahan bakar solar untuk setiap kendaraan roda enam atau lebih dalam SPBU wilayah Kota Jambi dibatasi maksimal pembelian 30 liter dalam satu hari, kecuali kendaraan angkutan bahan-bahan esensial kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya dalam SE tersebut juga dijelaskan untuk pembelian bahan bakar di SPBU dalam Kota Jambi tidak diperkenankan keluar (antrean) dari area SPBU.

"Pengaturan tersebut menjadi tanggungjawab pihak SPBU," kata Kepala Diskominfo Kota Jambi, Abu Bakar, Senin (8/11).

Abu Bakar yang juga merupakan jubir Pemerintah Kota Jambi menambahkan, pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan surat edaran tersebut dilakukan oleh tim terpadu Pemerintah Kota Jambi dan TNI-Polri.

Sebelumnya, Walikota Jambi Sy Fasha mengatakan, berdasarkan hitungan balai transportasi darat, mobil batubara yang melintas di Kota Jambi lebih kurang 4000 mobil, belum mobil angkutan sawit. Dengan banyaknya jumlah angkutan tersebut menjadi penyebab antrean panjang solar di SPBU dalam Kota Jambi. Sehingga diambil kebijakan pembatasan.

Kata Fasha, untuk mobil truk sembako, ekspedisi, travel tidak dilakukan pembatasan. Mereka diperbolehkan mengisi sesuai kebutuhan.

“Akan kita turunkan personil ditiap-tiap SPBU untuk menjaga dan mengawasi pendistribusian oleh operator SPBU,” jelasnya.

Mekanisme penerapan pembatasan tersebut, akan ada tim gabungan TNI/Polri dan Pemkot Jambi untuk melakukan penjagaan di SPBU. Petugas berjaga diatur tiga shif. Mereka akan mengawasi, baik kerja operator SPBU dan juga antrean truk-truk.

“Banyak keluhan menumpuknya truk-truk. Juga membuat warga Kota Jambi tidak kebagian solar. Ditambah lagi, banyak truk yang modifikasi ukuran tangki. Pertamina tidak menambah kuota solar,” katanya.

Jika nantinya ada SPBU yang nakal, Fasha meminta agar Pertamina menghentikan pasokan solar ke SPBU tersebut.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments