Rabu, 26 Januari 2022

Desa Kota Karang Sebagai Penyedia Kambing PE dan Pupuk Organik Bersama KKN PPM Unja

Minggu, 14 Oktober 2018 | 11:19:00 WIB


Dosen Fakultas Peternakan Unja bersama, Ir Fatati MP bersama peserta KKN PPM di Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi
Dosen Fakultas Peternakan Unja bersama, Ir Fatati MP bersama peserta KKN PPM di Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi / istimewa/metrojambi.com

Oleh: Ir. Fatati, MP *)

KAMBING Peranakan Etawah (PE) merupakan salah satu bangsa kambing yang sudah cukup lama dikenal di Indonesia. Namun  masyarakat di desa Kota Karang masih belum familiar dengan kambing PE, mereka terbiasa memelihara kambing kacang dan rambon. 

Postur tubuh kambing PE yang lebih besar dari kambing kacang dan rambon membuat tampilannya lebih besar dan tegap. Ini menjadi daya tarik tesendiri bagi pembeli, terutama untuk kebutuhan ibadah seperti Aqiqah dan Qurban.

Peran aktif akademisi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Desa Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi melalui upaya pengembangan usaha ternak kambing dan pembuatan pupuk organik. Ini diharapkan dapat menjadikan Desa Kota Karang sebagai penyedia kambing PE dan pupuk organik di Kota Jambi pada khususnya dan di Provinsi Jambi pada umumnya. 

Ketersedian lahan serta partisipasi masyarakat  dan pemerintah setempat menjadi faktor pendukung dalam pengembangan kambing PE.

Keuntungan pemeliharaan kambing pada saat ini tidak hanya diperoleh dari penjualan ternak, tapi dapat pula diperoleh dari kotorannya yang dapat diolah menjadi pupuk organik dan ini merupakan penghasilan yang bersifat rutin. Tidak lagi menunggu pembeli untuk kebutuhan pesta atau kebutuhan Aqiqah dan Qurban. 

Sebanyak 10 ekor kambing PE yang terdiri dari 8 ekor kambing betina dewasa dan 2 ekor kambing pejantan  didistribusikan pada 2 dusun  yang terdapat di Desa Kota Karang merupakan modal utama bagi peternak dalam mengembangkan usaha ternak kambing PE, dengan pendampingan dari tim dosen pembimbing lapangan yang diketuai oleh Ir. Fatati. MP bersama mahasiwa KKN PPM sebanyak 30 orang.

Selama  2 bulan keberadaan mahasiswa KKN PPM, sudah mulai terlihat keberhasilan usaha ternak kambing PE yang ditandai dengan terjadinya kebuntingan pada kambing betina. Begitu pula pupuk organik dari  pemanfaatan kotoran kambing yang sudah mulai digunakan sebagai pupuk tanaman yang mereka usahakan seperti ketimun dan cabai. Hasil panen yang diperoleh tidak kalah dengan tanaman yang menggunakan pupuk kimia.

*) Dosen pada Fakultas Peternakan Universitas Jambi


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments