Rabu, 6 Juli 2022

Paman dan Keponakan Ditangkap Edarkan Sabu dan Ekstasi

Selasa, 16 November 2021 | 19:12:03 WIB


Kabid Pemberantasan BNNP Jambi Kombes Pol Guntur Aryo Tejo memberikan keterangan pers terkait penangkapan tiga orang yang diduga pengedar sabu dan ekstasi
Kabid Pemberantasan BNNP Jambi Kombes Pol Guntur Aryo Tejo memberikan keterangan pers terkait penangkapan tiga orang yang diduga pengedar sabu dan ekstasi / Metrojambi.com

 JAMBI - Satu keluarga yang terdiri dari paman dan dua orang keponakan, ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Pelaku yang ditangkap adalah Marzuki dan dua keponakannya, Indra dan M. Zainali, yang juga merupakan adik kakak. Penangkapan dilakukan di dua tempat berbeda.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jambi Kombes Pol Guntur Aryo Tejo mengatakan, Marzuki dan Indra ditangkap Sabtu (13/11) lalu sekira pukul 07.30 WIB, di gapura peratasan Jambi-Riau, Desa Sungai Penoban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar).

Setelah dilakukan pengembangan, pada hari yang sama sekira pukul 15.30 WIB, dilakukan penangkapan terhadap M. Zailani di Jalan A. Khalik, RT 11 Desa Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar.

Guntur mengatakan, awalnya Jumat (12/11) sekira pukul 15.00 WIB, Tim Penindakan BNNP Jambi mendapat informasi akan adanya pengiriman narkotika jenis sabu dari Riau tujuan Kualatungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), melewati Jalan Lintas Timur.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Penindakan BNNP Jambi berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanjungjabung Timur (Tanjabtim). Hasil penyelidikan, diperoleh informasi jika pelaku dua orang dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy.

Selanjutnya, Tim Penindakan BNNP Jambi dan BNNK Tanjabtim bergerak menuju perbatasan Jambi-Riau. Setelah menunggu, akhirnya dua orang pelaku yakni Marzuki dan Indra melintas, dan langsung dilakukan penangkapan.

"Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat lebih kurang 1 Kg yang disembunyikan di bawah jok motor," kata Guntur kepada wartawan, Selasa (16/11).

Hasil interogasi, kedua pelaku mengaku mendapatkan barang haram tersebut di daerah Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau, melalui perantara atau pengendali seseorang berinisial A yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tembilahan.

Selain itu, kedua pelaku juga mengaku jika 1 Kg sabu tersebut akan diantarkan kepada M. Zailani yang tinggal di daerah Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim bergerak ke Tungkal Ilir untuk menangkap M. Zainali.

Setelah dilakukan penyelidikan, M. Zainali akhirnya berhasil ditangkap, beserta barang bukti 2 bungkus plastik kecil sabu seberat 0,4 gram, 64 butir ekstasi, serta 1 buah timbangan digital, yang ditemukan dari hasil penggeledahan di kediamannya.

Pengakuan M. Zailani puluhan pil ekstasi tersebut diperolehnya di kawasan Simpang 35 Kabupaten Muarojambi, juga melalui perantara atau pengendali seseorang berinisial A yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tembilahan.

"Untuk pelaku beserta barang bukti saat ini kita amankan. Kasusnya juga masih kita kembangkan," kata Guntur.


Penulis: Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments