Minggu, 26 Juni 2022

Usul Kereta Gantung Menuju Candi Muarojambi

Kamis, 18 November 2021 | 07:48:29 WIB


Salah satu candi di komplek Percandian Muarojambi
Salah satu candi di komplek Percandian Muarojambi /

 JAMBI - Pemerintah diminta kreatif mengembangkan kawasan wisata Candi Muarojambi yang terkesan mati suri sejak pandemi Covid-19 melanda. Salah satu alternatifnya adalah mengembangkan sarana transportasi kereta gantung.

Usulan itu disampaikan anggota DPRD Provinsi Jambi, Kamaluddin Havis, Rabu (17/11). Menurut dia, pengadaan kereta gantung merupakan salah satu terobosan yang dapat dilakukan pemerintah daerah untuk membangun akses dan meningkatkan daya tarik wisata.

Menurut Havis, kereta gantung dapat digunakan untuk jangka panjang. Pemerintah, kata dia, bisa membangun jalurnya dari kawasan kawasan Ancol atau Taman Tanggo Rajo di Kota Jambi menuju Komplek Percandian Muarojambi.

“Harus ada terobosan-terobosan agar Candi Muarojambi ini menjadi icon daerah . Bagi orang luar, jika ke Jambi belum ke Candi Muarojambi, mereka mengganggap belum ke Jambi,” kata  politisi PPP ini.

Menurut Havis, adanya kereta gantung akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi, pengoperasiannnya akan menghubungkan antar dua daerah yang potensial bagi pelaku usaha.

Diakuinya, pembangunan sarana transportasi ini memerlukan anggaran besar. “Akan tetapi, konsep ini menjadi daya tarik wisatawan dan icon Jambi yang akan berimbas pada peningkatan ekonomi. Akan terjadi peningkatan pengunjung,” lanjutnya.

Pemerintah, kata dia, dapat pula melibatkan pihak ketiga atau menggunakan anggaran CSR perusahaan. “Berapa banyak perusahan di Jambi ini? Itu harus dimanfaatkan untuk pembangunan,” sebutnya.

Dia berharap pemerintah mengambil langkah konkrit untuk mengembangkan Candi Muarojambi yang terancam gagal menjadi warisan dunia. Candi ini sudah masuk daftar tunggu untuk menjadi warisan dunia di Unesco sejak 2009. 

Komplek Percandian Muarojambi berada dalam kawasan seluas 3.981 hektar. Candi tersebut diperkirakan berasal dari abad ke 7-12 masehi dan merupakan komplek percandian Hindu-Budha terluas di Asia Tenggara.

“Potensi wisata Candi Muarojambi tak kalah menarik dari daerah lainnya,” kata Havis. Statistik mencatat, angka pengunjung ke candi ini per tahun sekitar 60-85 ribu orang.

Sekda Provinsi Jambi Sudirman mengatakan bahwa pembangunan kereta gantung baru berupa usulan dari DPRD, bukan dari  dinas terkait di Pemprov Jambi. Namun, dia menyambut baik usulan tersebut .

Hanya saja, kata dia, harus ada kajian lebih rinci, seperti studi kelayakan, Amdal, DED, perencanaan dan sebagainya. “Harus dikaji terlebih dahulu. Dan ini bisa menjadi bahan Dinas Budpar,” pungkasnya.


Penulis: chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments