Kamis, 27 Januari 2022

Kecewa Uang Belum Dikembalikan, Nasabah akan Buat Spanduk untuk MayBank

Kamis, 18 November 2021 | 16:23:00 WIB


Kantor MayBank Bungo
Kantor MayBank Bungo / Khairul Fahmi / Metrojambi.com

MUARABUNGO - Persoalan JS, nasabah MayBank Bungo terus bergulir. Hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak MayBank kapan akan membayar uang JS.

JS menyebut sampai kapanpun akan terus menyuarakan persoalan ini hingga uang yang diinvestasikan Rp 1,262 miliar dibayarkan.

"Itu kan uang saya. Sebelum dibayarkan, saya akan terus bersuara," kata JS, Kamis (18/11).

Kata JS, dirinya tertarik untuk berinvestasi di MayBank Bungo dikarenakan ada tawaran bunga yang ditawarkan, tapi setelah jatuh tempo, jangankan bunga, modalnyapun tidak ada kejelasan.

Dirinya sangat kecewa dengan MayBank Bungo, apalagi dirinya mendapatkan informasi jika uang yang diinvestasikan tersebut dialihkan kepada pihak ketiga. "Jika tahu seperti ini, tidak bakalan saya mau investasi ke MayBank," kata JS.

"Jika dia bilang ada resiko, nol-nol-nol koma satu persen, juga tidak mau saya investasi. Ini tidak ada sama sekali. Dia cuman hitung bunga saja," sambungnya.

JS berharap agar pihak Bank segera menyelesaikan persoalan dengan dia. Jika tidak, maka dirinya akan terus berupaya untuk membuat MayBank Bungo menjadi viral.

"Sekarang spanduk yang ada di mobil saya lepaskan. Nanti kalau tidak dibayarkan, akan saya pasang lagi, jika perlu bikin besar-besar," katanya.

Untuk diketahui, seorang warga Bungo berinisial JS mendatangi kantor MayBank Cabang Muarabungo.

Menggunakan spanduk yang bertuliskan "Kami suami dan istri nasabah korban MayBank Cabang Bungo", JS datang dengan nada tinggi. Dia mengaku telah ditipu oleh pihak MayBank, dimana sejak menanamkan modal sebanyak Rp 1,262 miliar, hingga kini uang tersebut tidak dibayarkan.

Kata JS, dulu dirinya ditawarkan oleh karyawan MayBank untuk berinvestasi. Awalnya dia menanamkan modal Rp 700 juta. Uang itu disetor dua kali dengan nominal Rp 500 dan 200 juta.

Uang tersebut akan dibayar setelah tiga tahun berjalan. Namun setelah jatuh tempo sejak April dan Mei 2021 lalu, uang tersebut hanya dibayar Rp 138 juta, selebihnya tidak ada kejelasan.

"Saya dan istri yang jadi korban. Itu untuk akun istri saya. Akun saya lain lagi," kata JS.

Untuk akun dia, JS telah menanamkan modal Rp 700 juta. Dana tersebut langsung didebit sekaligus kepada MayBank.

"Jadi total semuanya Rp 1,4 miliar. Tapi sudah dicairkan Rp 138 juta. Jadi sisa uang saya dan isteri saya yang di MayBank Rp 1,262," jelas JS.

Kata JS, isterinya mulai melakukan investasi pada tahun 2018 lalu. Janjinya pada tahun baru bisa dicairkan. Nah pada tahun 2019, dirinya juga ikut menambah investasi.

Setelah jatuh tempo, uang tersebut tidak dibayarkan penuh. Yang dibayarkan hanya Rp 138 juta. Setelah ditagih, tidak ada kepastian kapan pihak MayBank. Mereka hanya mengulur-ulur waktu.

Kata JS, dirinya sudah datang ke MayBank Cabang Bungo sejak bulan lalu. Bahkan akhir-akhir ini dirinya datang kesini minimal dua kali dalam seminggu.

Tak hanya datang ke kantor ini, namun JS juga membuat spanduk yang bertuliskan "Kami adalah nasabah korban MayBank Bungo, Uang kami Rp 1,262 miliar, sampai saat ini tidak dibayar. Bapak ibu mohon kami dibantu" ditempel dibelakang mobil pribadinya.

Kata JS, dirinya akan selalu mendatangi kantor MayBank dan berkeliling Kabupaten Bungo dengan spanduk itu.

"Saya mau uang saya kembali. Rp 1,262 itu modalnya saja. Belum bunganya. Saya mau investasi ini kerena ada bunganya," jelasnya.

"Kalau tidak ada hasil, mending saya tanam dibelakang rumah. Itu uang hasil jual kebun yang saya tanamkan," tutupnya.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments