Kamis, 30 Juni 2022

Deadline Seminggu Buru Tahanan Kabur

Kamis, 18 November 2021 | 07:39:18 WIB


Kapolda Jambi Irjen Pol A. Rachmad Wibowo melakukan pengecekan pasca kaburnya tahanan Polrea Batanghari dari LPKA Muarabulian
Kapolda Jambi Irjen Pol A. Rachmad Wibowo melakukan pengecekan pasca kaburnya tahanan Polrea Batanghari dari LPKA Muarabulian / dokumentasi - Metrojambi.com

JAMBI -  Tim gabungan Resmob Polda Jambi dan Polres Batanghari yang ditugaskan memburu 24 tahanan kabur dari Lapas Anak Muarabulian pada Senin (15/11) dini hari harus berpacu dengan waktu. Kapolda Jambi memberi mereka waktu sepekan untuk menangkap seluruh tahanan tersebut.

Hingga pukul 22.00 WIB Selasa (16/11) malam, dilaporkan baru 13 orang yang sudah ditangkap di berbagai lokasi. Sepanjang Rabu (17/11), hingga pukul 20.00 WIB, belum ada penambahan.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulya Prianto mengatakan, para tahanan yang sudah tertangkap ditahan di Rutan Polda Jambi. Mereka dikawal personel lintas satuan Polres Batanghari dan Sat Brimob Polda Jambi.



“Sedangkan untuk 11 tahanan yang belum ditemukan masih dalam pengejaran. Berdasakan instruksi Kapolda Jambi, dalam waktu satu minggu seluruh tahanan yang kabur sudah ditangkap,” tegas Mulya.

Seperti diberitakan, 24 tahanan Polres Batanghari dan kejaksaan yang ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (biasa disebut Lapas Anak) Muarabulian di Sungaibuluh melarikan diri. Mereka leluasa kabur diduga karena minimnya pengawasan petugas jaga.

Belakangan, satu tahanan menyerahkan diri setelah 1,5 jam kabur. Sedangkan  enam orang ditangkap di berbagai tempat dan tujuh orang tahanan lainnya menyerahkan diri atau diserahkan oleh keluarga mereka.  

Di antara tahanan tersebut sebagian besar terlibat kasus narkoba. Beberapa orang adalah tahanan kasus illegal drilling, yakni Antonius Virgo alias Pendi bin Zawawi (tertangkap), Sodikun bin Suparman (masih buron), dan Joko Purnomo bin Tulus (buron).

Kepala LPKA Kelas II Muarabulian Marojahan Doloksaribu menyebutkan bahwa penghuni yang kabur merupakan tahanan dari Polres Batanghari. Katanya, karena gedung Polres Batanghari sedang direhab dan direnovasi, puluhan tahanan ditempatkan di LPKA.

Karena tahanan polisi, sambung dia, semua keperluan tahanan tersebut, termasuk penjagaan adalah tanggung jawab Polres Batanghari.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jambi M Jahari Sitepu mengatakan, Polres meminjam satu blok bangunan sejak Maret 2021 lalu.

Blok yang dipakai berbeda dari blok tahanan LPKA. “Blok yang dipinjam pakai itu bekas blok tahanan perempuan yang saat ini telah memiliki Lapas Perempuan khusus,” ujarnya.

Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo usai meninjau langsung lembaga pembinaan tersebut pada Senin (15/11) siang mengatakan ada kelalaian petugas jaga yang membuat kaburnya para tahanan tersebut.


Penulis: ant
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments