Minggu, 29 Mei 2022

Kejari Tanjab Timur Warning Siapa Saja yang Menghalangi Proses Penyidikan

Sabtu, 20 November 2021 | 09:12:07 WIB


/ Metrojambi.com

 MUARASABAK - Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tanjab Timur me-warning siapa saja yang berupaya menghalangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada tahun 2020 pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjab Timur.

Rachmad mengatakan, pihaknya akan menerapkan pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi terhadap pihak yang berupaya menghalangi proses penyidikan, termasuk menyembunyikan keberadaan Ketua KPU Tanjab Timur Nurkholis yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Siapapun yang berupaya menghalangi proses ini, kami tidak segan-segan menjalankan pasal 21 Undang-Undang Tipikor," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjab Timur Arsyad, Jumat (19/11).

Pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, Nurkholis tidak diketahui keberadaannya. Penyidik Kejari Tanjab Timur sempat mendatangi kediaman Nurkholis di Kota Jambi, namun ia tidak berada di tempat.

Oleh pihak kejaksaan, Nurkholis juga telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Poster berisikan foto dan identitas Nurkholis juga telah disebar oleh pihak kejaksaan.

Sebelumnya, Tengku Ardiansyah selaku kuasa hukum KPU Tanjab Timur juga mengaku tidak mengetahui keberadaan Nurkholis. Hal ini disampaikannya saat dikonfirmasi terkait permintaan hakim Pengadilan Negeri Muarasabak agar Nurkholis dihadirkan ke sidang gugatan praperadilan yang diajukannya terhadap Kejari Tanjab Timur.

"Yang pasti dengan segala pertimbangan plus dan minusnya kami telah menyampaikan ke pihak keluarga yang bersangkutan. Kami juga tidak tahu dimana keberadaan beliau. Tinggal pihak keluarga yang menentukan bisa atau tidaknya yang bersangkutan hadir. Kami ini hanya penyampai saja," kata Ardiansyah.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments