Rabu, 7 Desember 2022

Kunjungan Wisman ke Kerinci Menurun

Minggu, 21 November 2021 | 20:19:04 WIB


Pembukaan Festival Kerinci 2021
Pembukaan Festival Kerinci 2021 / dokumentasi - Metrojambi.com

KERINCI - Pandemi Covid-19 yang melanda saat ini juga berdampak pada sektor pariwisata di Kabupaten Kerinci. Bahkan pada tahun 2021 ini, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kabupaten Kerinci mengalami penurunan.

Bupati Kerinci Adirozal saat rapat paripurna istimewa HUT Kabupaten Kerinci ke-63 di aula DPRD Kerinci beberapa waktu yang lalu mengatakan, kunjungan wisman tahun 2021 mengalami penurunan.

“Penurunan ini disebabkan adanya pembatasan perjalanan yang ditetapkan negara-negara di dunia karena pandemi Covid-19,” kata Adirozal.

Menurutnya, penurunan kunjungan wisatawan ini berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bidang pariwisata dan kebudayaan. “Selama Covid-19, hotel, homestay dan rumah makan sepi. Makanya PAD di bidang pariwisata menurun drastis,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kerinci, Juanda Sasmita menyebutkan, kunjungan wisman masih terganggu atau terkendala pelarangan yang masih berlaku.

Juanda memaparkan, jumlah kunjungan wisman ke Kabupaten Kerinci pada tahun 2020 lalu sebanyak 138 orang. Sedangkan pada tahun 2021 ini tidak ada atau kosong.

“Untuk jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Kabupaten Kerinci pada tahun 2021 mengalami kenaikan dari tahun 2020 yang lalu, yakni tahun 2020 sebanyak 147.323 dan tahun 2021 sebanyak 190.230 orang,” kata Juanda.

Sementara itu, untuk PAD tahun 2021 target di APBD murni Rp 840 juta, dikarenakan adanya Covid-19, di perubahan diturunkan menjadi Rp 700 juta.

“Sampai dengan Oktober 2021 jumlah PAD sebanyak Rp 460 juta. Sampai akhir tahun paling tinggi PAD sekitar 70 persen," ungkapnya.

Penurunan ini disebabkan pada libur lebaran, sejumlah objek wisata milik Pemkab Kerinci ditutup untuk umum, karena 60 persen PAD didapatkan dari karcis masuk dan parkir. “Tahun 2022 target PAD Rp 650 juta, dikurangi karena masih Covid-19,” katanya.


Penulis: Dedi Aguspriadi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments