Kamis, 9 Desember 2021

Kejari Bungo Terima SPDP Kasus Pencurian Buku Nikah

Senin, 22 November 2021 | 16:39:00 WIB


Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro memberikan keterangan pers terkait penangkapan pelaku pencurian buku nikah di kantor Kemenag Bungo
Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro memberikan keterangan pers terkait penangkapan pelaku pencurian buku nikah di kantor Kemenag Bungo / Metrojambi.com

MUARABUNGO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bungo menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus pencurian buku nikah di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bungo, Senin (22/11).

Sebelumnya, empat pelaku berhasil diringkus Tim Petir Satreskrim Polres Bungo, Jumat (12/11) lalu. Dari keempat pelaku tersebut, diketahui satu orang merupakan pelaku utama yang melakukan aksi pencurian atas nama Agam (37), yang berhasil diringkus di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat.

Baca juga : Mantan PNS Terlibat Pencurian Buku Nikah

Sementara itu tiga orang lainnya berperan sebagai penadah, yakni Hendrizal (36) warga Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, Yurnalis (66) warga Bangkinang, Kelurahan Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, dan Bachtiar (68) warga Desa Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

Kepala Kejaksaan Negeri Bungo, Sapta Putra menyebutkan setelah menerima SPDP, Kejaksaan akan menunggu pemberkasan dari penyidik.

Baca juga : Sudah 7 Kali Beraksi, Sindikat Pencurian Buku Nikah di Kantor Kemenag Bungo Ditangkap


"Berdasarkan informasi, buku nikah yang dicuri bisa dijual Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Namun, ketika sudah diisi bisa lebih tinggi lagi harganya," kata Sapta.

Sapta melanjutkan, pelaku yang sudah dilimpahkan tersebut akan dijerat dengan pasal yang berbeda. Hal itu dilakukan kerena peran dari pelaku yang berbeda-beda.

"Pelaku utama dijerat Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Sedangkan untuk pelaku penadah, mereka disangkakan dengan pasal 480 KUHP," ujar Sapta.

Sementara itu, Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro menyebut telah membentuk tim khusus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku sindikat buku nikah tersebut.

"Sekarang penyelesaian tahap 1 melengkapi berkas perkara. Tersangka baru belum ada, masih pengembangan," tuturnya.

Guntur juga memastikan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas baru terhadap pelaku yang belum ditangkap.

"Sudah (mengantongi identitas pelaku baru) mas," ungkap Kapolres Bungo, Guntur Saputro via pesan WhatsApp.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments