Kamis, 9 Desember 2021

Mantan Rektor UIN STS Jambi Hadri Hasan Dihadirkan Sebagai Saksi

Senin, 22 November 2021 | 16:57:11 WIB


/ Metrojambi.com

 JAMBI - Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Hadri Hasan menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pembangunan gedung auditorium dengan terdakwa Imron Rosyadi, Senin (22/11).

Hadri Hasan selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dihadirkan bersama lima saksi lainnya, yaitu Johanis selaku Kepada Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Junaidi selaku Ketua ULP, Yunan selaku Bendahara Pengeluaran Pembangunan Gedung Auditorium UIN STS Jambi, dan Amelia Puspita Sari.

Dalam keterangannya, mantan orang nomor satu di UIN STS Jambi itu mengaku menunjuk Hermantoni sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Karena Hermantoni telah memenuhi syarat, karena punya sertifikat.

"Hermantoni memiliki kualifikasi, jadi saya buatkan SK-nya," Kata Hadri dalam persidangan dengan majelis hakim yang diketuai oleh Yandri Roni di Pengadilan Tipikor Jambi.

Namun saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) menggali keterangan, Hadri Hasan mengaku sudah banyak lupa. "Saya sudah banyak lupa, karena kejadiannya sudah lama," jawab Hadri. Apalagi dia mengaku menerima laporan secara lisan. "Seharusnya laporan terlulis," sebutnya.

Begetu juga saat Penasehat hukum terdakwa menanyakan bagaimana proses pembangunan gedung auditorium UIN STS Jambi, berapa dana awal yang di butuhkan. "Itu saya lupa, kerena perencanaan di kepala biro," katanya lagi.

Hasri juga ditanya soal pertemuannya dengan Junaidi di rumah dinas rektor, membahas pemenang lelang. Namun Hadri Hasan menyangkal pertemuan tersebut. "Tidak ada pertemuan itu, saya sebagai KPA kan boleh tau siapa pemenang lelang," sebutnya.

Dalam perencanaa, UIN mengajukan anggaran Rp 40 miliar, namun yang disetujui sebesar Rp 35 miliar. Ditengah perjalanan ada perubahan anggaran dan adendum sehingga berubah menjadi Rp 37 miliar.

"Dalam adendum itu ada beberapa masalah, dari kurangnya tenaga dan bahan pokok bangunan. Jadi kita minta tambahan anggarannya, itu sudah di lakukan rapat sebelumnya," terangnya dalam persidangan.

Hadri mengaku masalah timbul setelah tiga atau enam bulan. "Tiga apa enam bulan, kendalanya banyak bahan dan kekurangan uang," katanya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments