Kamis, 9 Desember 2021

Rudy Bangun Sebut Kliennya Sudah Dapat Pengampunan Pajak Tapi Masih Tetap Nyicil

Selasa, 23 November 2021 | 22:19:34 WIB


Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jambi
Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jambi /

 JAMBI - Sidang perkara pajak dengan terdakwa Direktur PT Bareksa Anugerah Sejahtera (BAS) Rudi Salim, kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Selasa (23/11). Sidang dengan hakim ketua Alex Pasaribu masih agenda pemeriksaan saksi.

Salah satu yang menarik perhatian adalah kesaksian Suwarni. Ia mengaku sebagai pemegang saham di PT BAS. Kata Suwarni, ia sempat didatangi oleh Joko, Fandi untuk pinjam uang senilai Rp 3 miliar.

"Mereka pinjam atas nama pribadi, dengan jaminan 2 sertifikat," katanya Suwarni, saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke persidangan. Menurut Suwarni, pinjamana tersebut tidak ada perjanjian secara tertulis, hanya lisan saja.

"Pinjam tidak ada bunga, tapi setiap bulan dikasih Rp 50 juta untuk bayar pinjaman bank, karena uang yang saya berikan pinjam bank, Itu pun tidak lancar bayarnya," terang Suwarni lagi.

Saksi mengaku selama kenal dengan terdakwa Rudi Salim, dia tidak menerima sepeserpun uang dari PT BAS. "Saya tidak pernah terima uang dari PT BAS, apa lagi dari Rudi," tegasnya.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa Rudy Bangun menunjukkan bukti transaksi rekening atas nama Sumarni sebesar Rp 2,7 miliar di bank Artha Graha. "Ini ada bukti transfer Rp 2,7 miliar, apa benar rekening tersebut punya saudara saksi," tanya Rudy Bangun.

Suwarni membenarkan. Menurutnya, uang itu untuk bayar cicilan hutang. "Benar ada, tapi itu untuk nyicil hutang atas pinjaman dulu," jawabnya. Rudy Bangun kembali menunjukkan bukti bahwa saksi juga sempat menerima uang sebesar Rp 400 juta yang dikirimkan ke My Bank dari PT BAS.

"Tadi saudara saksi sempat bilang tidak terima uang sama sekali, tapi ini ada dua kali bukti transfer, jadi yang benar yang mana. Pernah terima atau tidak" tanya Rudy Bangun lagi. "Saya secara pribadi tidak pernah terima. Tapi Secara nama PT pernah," jawab Suwarni.

Usai sidang, Rudy Bangun kembali mengungkapkan, jika kliennya yang didakwa jaksa melakukan pengemplangan pajak sebesar Rp 2,4 miliar sudah mendapatkan pengampunan pajak.

“Klien kita, Rudi Salim, dan saksi Joko, sudah diberikan pengampunan pajak dari kementerian keuangan melalui Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi. Meski sudah mendapat pengampunan pajak, klien kita Rudi Salim masih tetap setor kurang bayar kepada kantor pajak," bebernya.

Menurut Rudy Bangun, seharunya dalam melakukan penyidikan seluruh dokumen disajikan secara terang dan terbuka. Kliennya, Rudi Salim, sudah beberapa kali melakukan pencicilan yang jumlahnya hampir Rp 2,1 miliar sejak 2016 hingga 2018.

"Seyogyanya perkara ini sudah tidak ada. Tapi semua kita kembalikan lagi kepada hati nurani majelis hakim, mudah mudahan majelis hakim bisa melihat secara jelas dan nyata," katanya.

Selama persidangan, lanjutnya, banyak fakta-fakta yang ditemukan, diantaranya terungkap dari saksi Suwarni yang mengaku tidak tahu kegiatan dan proyek PT BAS. Ternyata dalam persidangan, saksi Suwarni sejak tahun 2016, menerima uang dari hasil pekerjaan PT BAS dengan pihak ketiga. "Jumlahnya sangat signifikan," pungkas Rudy.


Penulis: Ria
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments