Minggu, 5 Desember 2021

10 ASN Sarolangun Terdata Dapat Bantuan PPKM

Kamis, 25 November 2021 | 11:04:55 WIB


Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun, Juddin
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun, Juddin / dokumentasi - Metrojambi.com

 SAROLANGUN - Meski berstatus Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun, 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masih terdata untuk mendapat bantuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sarolangun, Juddin menerangkan dalam penyaluran bantuan PPKM tahap tiga itu, terungkap beberapa ASN tercatat untuk menerima bantuan.

Menurutnya, kekeliruan penyaluran disebabkan penyampaian data lama oleh pos Datin kepada kementerian, hingga masih terdapat masyarakat dari ASN terdata menerima bantuan.

"Ada dari ASN, tapi mereka tidak mengambil bantuan tersebut, bahkan mereka menyerahkan kepada masyarakat tidak mampu," kata Juddin, Kamis (25/11).

Juddin menyebutkan, pihaknya telah melakukan perbaikan dan yang bersangkutan juga ikhlas memberikan bantuan tersebut kepada masyarakat yang lebih berhak lainnya.

"Bantuannya berbentuk paket sembako PPKM terkait pandemi Covid-19 ini. Mereka belum sempat menerima bantuan itu," ungkapnya.

Juddin menjelaskan, terungkapnya identitas ASN itu diketahui ketika bersangkutan mendatangi warung agen penyaluran bantuan.

Mereka yang mengetahui kemudian melapor kepada pihak pendamping di kecamatan, hingga disalurkan lagi ke masyarakat yang memang membutuhkan.

"ASN yang dapat itu ada di beberapa kecamatan, pertama di wilayah kecamatan Sarolangun dan sudah kita tindaklanjuti dan tidak ada lagi ASN yang menerima bantuan tersebut," katanya.

Juddin mengatakan bahwa data yang digunakan kementerian untuk menyalurkan bantuan itu merupakan data tahun 2010 lalu. Saat itu kemungkinan yang bersangkutan belum berstatus ASN.

Selain itu, dalam penyaluran bantuan tahap tiga tersebut Pemkab Sarolangun menerima kuota penerima berjumlah 9.080 KPM.

"Bantuan PPKM itu merupakan bantuan untuk mereka yang terkena dampak Covid-19. Tahap 1 dan 2 itu berbentuk beras dan yang tahap 3 menyeluruh, namun tidak banyak," katanya lagi.


Penulis: Mario Dwi Kurnia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments