Rabu, 26 Januari 2022

18 Pasar di Tanjabtim Tak Berikan Kontribusi

Selasa, 20 April 2021 | 14:28:40 WIB


suasana jual beli di Pasar Nipah Panjang
suasana jual beli di Pasar Nipah Panjang / dok/metrojambi.com

MUARASABAK – Belasan pasar tradisional di Kabupaten Tanjungjabung Timur tak berikan kontribusi bagi pemerintah daerah. Dari 27 pasar yang ada di Tanjabtim, baru 9 yang dilakukan penarikan retribusi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tanjabtim Hero Suratman, melalui Kabid Pasar Radiyansyah mengatakan, 9 pasar yang telah ditarik retribusinya tersebut karena memang dikelola oleh pemerintah daerah.

"Pemerintah daerah kan tugasnya untuk menyiapkan fasilitas. Setelah itu selesai, baru bentuk pengelolaan dan kepengurusan pasarnya," katanya, Selasa (20/4/2021).

Dijelaskannya, sembilan pasar itu berada di Kecamatan Muara Sabak Barat di Talang Babat, Kecamatan Geragai di Blok D dan Desa Kota Baru, Kecamatan Dendang di Rantau Indah dan Catur Rahayu, Kecamatan Muara Sabak Timur di Lambur II, Kecamatan Kuala Jambi, Teluk Majelis dan Kampung Laut serta di Nipah Panjang.

Untuk pendapatan hasil penarikan retribusi pasar, lanjutnya, dari tahun ke tahun terus meningkat. Jika awalnya pendapatan retribusi pasar hanya Rp 30 juta per tahun, saat ini sudah mencapai sebesar Rp 115 juta per tahun pada tahun 2020 lalu.

"Karena Bidang Pasar ini baru, jadi tahun 2015 kita baru berbenah jemput bola mengajukan rehab pasar, dan tahun 2018 baru kita mulai menarik retribusi sewa los, lapak, kios dan parkir," jelasnya.

Radiyansyah tidak bisa memastikan, apakah tahun 2021 ini akan ada pembangunan pasar. Sebab sejak adanya Covid-19 pada tahun 2020 lalu, DAK pasar pusat telah dihilangkan. Sementara Pemerintah Daerah sendiri tahun ini juga belum membangun pasar, karena adanya refocusing anggaran karena masih masa pandemi.

"Tahun ini kita tidak dapat pembangunan pasar dari dana Pusat maupun Pemerintah Daerah. Mudah-mudahan ke depannya kita mendapatkan lagi rehab maupun pembangunan pasar," ujarnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments