Rabu, 26 Januari 2022

Pengamat: Kalau Hanya Naikkan Tarif, Anak Kecil Juga Bisa Kelola PDAM

Kamis, 20 September 2018 | 16:21:06 WIB


Nasroel Yasir
Nasroel Yasir / dok/metrojambi

JAMBI- Para pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam untuk membayar tagihan air. Sebab, pengenaan tarif baru PDAM segera dilaksanakan.

Bahkan, penggunaan air pada September ini, sudah dikenakan tarif baru. Ini diakui Suparyadi, Kasi Kehumasan PDAM Tirta Mayang Kota Jambi saat dikonfirmasi.

“Penggunaan tarif baru mulai diberlakukan untuk pemakaian September. Artinya bayar pada Oktober nanti sudah tarif baru,” ujarnya, Rabu (19/9).

Dia mengatakan, untuk kenaikan tarif PDAM ini berdasarkan Perwal No 45 tahun 2018. Terkait banyaknya penolakan dari masyarakat, termasuk anggota dewan yang menyebutkan kenaikan tarif harus mendapatkan persetujuan dewan, dia tidak mengomentarinya. “Kalau itu saya tidak tahu,” sebutnya.

Menurutnya kenaikan tarif ini dilakukan karena biaya produksi PDAM saat ini sudah tak sesuai lagi. Apalagi sebut dia, PDAM sudah lama tidak menaikan tarif. “Terakhir naik tahun 2010 lalu. Saat ini biaya produksi lebih tinggi dari biaya jual,” sebutnya.

Sementara itu, protes atas kenaikan tarif PDAM semakin terdengar kencang. Bukan hanya dari pelanggan PDAM, namun juga dari anggota DPRD Kota Jambi dan juga dari YLKI Jambi.

Begitu juga dengan pengamat kebijakan publik di provinsi Jambi, Nasroel Yasir juga angkat bicara. Dia mengatakan, kenaikan tarif PDAM saat ini sangat tidak tepat. Apapun alasan PDAM, kata dia sangat tidak tepat.

Seharusnya sebut dia, PDAM harus terlebih dahulu memperbaiki kinerja, apakah itu pelayanan terhadap pelanggan juga kinerja keuangannya.

“Di tengah kondisi perekonomian yang sulit, jangan buat masyarakat tambah sulit. Jadi tunda dulu la rencana kenaikan tarif ini,” kata Nasroel Yasir.

Disebutkannya, kalau PDAM beralasan kenaikan tarif untuk menutupi biaya produksi itu akan sia-sia selama masih banyak kebocoran di PDAM. Dicontohkannya, angka kebocoran air PDAM masih sangat tinggi, kemudian angka tunggakan PDAM juga tinggi.

“Jadi sebaiknya lakukan efisiensi untuk menekan anggaran. Tutupi semua kebocoran, percuma tarif naik kalau kebocoran masih tinggi. Itu bukan solusi mengatasi, jadi jangan bebani pelanggan karena ketidak becusan manajemen. Kalau cuma naikkan tarif anak kecil juga bisa kelola PDAM,” cetusnya.

Diharapkannya PDAM membatalkan rencana tersebut, apalagi kata dia, kenaikan tarif yang direncanakan terlalu tinggi sehingga masyarakat akan kesusahan.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan penjelasan Dirut PDAM beberapa waktu lalu, kenaikan tarif PDAM saat ini mencapai 100 persen. Dimana tarif air yang biasanya Rp 2 ribu per meter kubik akan dinaikkan menjadi Rp 4 ribu.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments