Senin, 23 Mei 2022

Dicecar Hakim, Paut Mengaku

Kamis, 02 Desember 2021 | 07:54:48 WIB


Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (8/8/2021) terkait penahanan Paut Syakarin (PS), pengusaha yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi pada tahun anggaran 2017 dan 2018
Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (8/8/2021) terkait penahanan Paut Syakarin (PS), pengusaha yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi pada tahun anggaran 2017 dan 2018 / ANTARA/HO-Humas KPK


“Pengalaman saya dulu, sudah biasa jika kontraktor memberikan uang. Namun, saya mau tahu, apa tujuan terdakwa memberikan uang dalam jumlah besar, sekitar Rp 2,3 miliar untuk anggota DPRD,” tanya Bernard.

Paut mengaku terpaksa. Namun jawaban itu tidak membuat hakim puas. Sebab, Paut Syakarin dan anggota Komisi III Effendi Hatta dan Zainal Abidin, serta Dody Irawan sudah sejak lama saling kenal.

Baca juga : Paut Sebut “Orang Gilo”, Kode untuk Dewan yang Minta Uang Suap Ketok Palu APBD 2017

“Saya tegaskan lagi, tujuan memberikan uang Rp 2,3 miliar apa? Supaya diberikan pekerjaan? Kalau Saudara tidak memberikan uang ini, apakah Saudara dikasih pekerjaan? Atau kalau Saudara tidak kasih uang, apakah Saudara tetap dapat proyek?” cecar Bernard.

Paut yang berada di gedung KPK menjawab singkat. “Pasti tidak dapat (proyek),” katanya.

Menurut Paut, Dody Irawan saat meminjam uang tidak langsung menyebutkan proyek apa yang akan dikerjakan oleh perusahaan miliknya. Namun, uangnya akan diganti dengan pekerjaan di Dinas PUPR.

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut Paut Syakarin menyuruh Hasanuddin mengikuti lelang pekerjaan di Dinas PUPR Provinsi Jambi pada 2017 menggunakan PT Giant Eka Sakti.

Perusahaan tersebut mendapat dua paket pekerjaan sebagai kompensasi uang ketok palu. Antara lain, pembangunan jembatan Teluk Serdang, Desa Harapan Makmur, Rp 16,96 miliar.

Penulis: ria
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments