Kamis, 20 Januari 2022

Meletakkan Alquran di Lantai, Haramkah?

Jumat, 03 Desember 2021 | 11:52:20 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

Al-Qur'an adalah Kalamullah, maka setiap Mukmin wajib memuliakan Kalamullah. Sesungguhnya Al-Quran Ini adalah bacaan yang sangat mulia.

Allah Ta’ala mewahyukan:

Demikianlah (perintah Allah). dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, Maka Sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al-Hajj, 22:32)

Sesungguhnya Al-Qur'an Ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada Kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.(QS. Al-Waaqi’ah, 56:77-79)

Memuliakan dan mengagungkan Mushaf AlQuran merupakan salah satu bentuk pengagungan terhadap syiar-syiar Allah, dan sekaligus bukti keimanan dan ketakwaan seseorang.  Oleh karena itu kita wajib memperlakukan Mushaf AlQuran dengan penuh adab, sopan santun yang tinggi.  Dan hendaknya kita juga mendidik anak-anak kita agar tidak meletakkan AlQuran secara langsung di lantai tanpa alas apa pun yang mengangkatnya agak tinggi dari atas lantai.

Karena, barang siapa meletakkan Mushaf secara langsung di lantai dengan niat untuk menghinakannya, maka Dia menjadi Murtad dan Kufur, keluar dari Islam, semoga Allah melindungi kita semua dari perbuatan semacam ini.

Dan jika seseorang meletakkan Mushaf AlQuran di lantai secara langsung tanpa niat menghinakan AlQuran, kendati Tidak menjadi Murtad, akan tetapi ia sangat tidak beradab kepada Al- Qur'an, telah memperlakukan Kitabullah dengan sangat buruk.  (Diasarikan dari Fatwa Habib Umar bin Hafidz)

Syaikh Sulaiman bin Muhammad Al-Bujairimi dalam kitab Tuhfatul Habib menyatakan:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah meletakkan lembaran-lembaran Mushaf di lantai, bahkan ketika sejumlah Yahudi memberikan kepada beliau kitab Taurat, Rasulullah saw meletakkan Taurat tersebut di atas bantal.

Beberapa orang yahudi datang dan mengundang Rasulullah saw untuk hadir ke Quff (tempat dekat Madinah), lalu beliau mendatangi mereka di tempat yang biasa mereka gunakan untuk mengaji. Mereka berkata,

Wahai Abul Qasim, seorang laki-laki di antara kami berzina dengan seorang wanita, maka tetapkanlah hukum bagi mereka.” Mereka lantas memberi bantal Rasulullah saw untuk digunakan duduk, beliau pun duduk. Kemudian beliau minta diambilkan Taurat, naskah Taurat itu lalu diberikan kepada beliau. Beliau menarik bantal yang didudukinya dan meletakkan Taurat tersebut di atasnya seraya bersabda: “Aku beriman kepadamu dan kepada Dzat Yang menurunkanmu.(Sunan Abu Dawud, no.4443)

Hadits diatas secara jelas memperlihatkan bagaimana Rasulullah saw memperlakukan kitab Taurat yang telah dirubah-rubah oleh orang Yahudi tersebut di atas bantal, tentunya Al Qur'an lebih utama untuk diperlakukan seperti itu.


Penulis: Habib Novel Alaydrus
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments