Selasa, 16 Agustus 2022

Hakim Minta Tergugat Serahkan Bukti Taksiran Harga Baru

Kamis, 02 Desember 2021 | 21:08:04 WIB


Sidang gugatan PT Kharisma Kemingkin terhadap tergugat KPKNL
Sidang gugatan PT Kharisma Kemingkin terhadap tergugat KPKNL /

 JAMBI - PT Kharisma Kemingking menghadirkan saksi ahli ke sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi, Kamis (2/12). Selaku penggugat, PT Kharisma Kemingking ingin menguji Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT).

Untuk diketahui, SKPT adalah syarat wajib pelaksanaan lelang tanah yang dilakukan oleh tergugat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) selaku tergugat.

“Baground ahli kita cukup memadai, beliau mantan pejabat BPN di DKI Jakarta dan penaksir aset pemerintah,” jelas Karliston Horas Sitompul, kuasa hukum PT Kharisma Kemingkinan.

Menurutnya, keterangan ahli sudah sangat jelas, bahwa apabila SKPT tidak memuat semua informasi dimasukan maka cacat. Cacatnya SKPT itu, lanjutnya, akan mengakibatkan risalah lelang juga menjadi cacat. “Itu kesimpulan kami sementara,” tegasnya.

Dr. BF Sihombing, SH, MH, yang merupkan saksi ahli pertanahanan/agraria yang juga dihadirkan pihak penggugat PT Kharisma Kemingking, menjawab dengan lugas pertanyaan majelis hakim terkait SKPT.

Menurut Sihombing, kalau SKPT diterbitkan tidak dengan menerangkan kondisi tanah maka cacat administrasi. “Akibat hukumnya risalah lelang cacat administrasi. SKPT itu sudah mutlak. Maka, Yang Mulia lah yang menentukan,” tegasnya.

Sama halnya dengan penilaian harga objek. Menurutnya, harga objek bisa saja naik atau turun setiap tahun. Sehingga perlu dilakukan appraisal ulang harga. Minimal kata Dosen Universitas Pancasila ini, appraisal itu sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) saat itu.

Menurutnya, peruntukan tanah bisa mempengaruhi nilai jual, terlebih nilai suatu kawasan akan berbeda-beda. "Misalnya kawan perumahan harga tanahnya berbeda dengan kawasan hijau. Tentu NJOP di kawasan perumahan lebih tinggi dibandingkan kawasan hijau,” tegasnya lagi.

Ketua majelis hakim, meminta tergugat untuk menyerahkan bukti taksiran harga. Soal taksiran harga, lanjutnya, harus ada harga baru, jangan pakai harga lama.

“Kepada tergugat, nanti serahkan bukti taksiran harga pada sidang berikutnya,” tegas Mochamad Arief Pratomo.

Namun pihak KPKNL tidak memberikan tanggapan terkait keterangan ahli di persidangan. “Keterangan ahli tidak ada kami tanggapi. Bukan bidang dan keahlian dia,” katanya singkat. 


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments