Kamis, 18 Agustus 2022

Polisi Sebut Dodi Korban Pembunuhan, Pelaku Diduga Orang Dekat

Minggu, 05 Desember 2021 | 17:46:45 WIB


/ Metrojambi.com

 MUARABUNGO - Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat seorang pria bernama Dodi (35) dengan kondisi tangan dan kaki terikat di Dam Dusun Mulya Jaya, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo beberapa hari lalu.

Selain melakukan penyelidikan dengan memanggil sejumlah saksi, Polres Bungo juga melakukan autopsi terhadap jenazah Dodi, dengan melibatkan dokter foreksik dari Rumah Sakit Bhayangkara Jambi dan RSU Hanafie Muarabungo.

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro menyebut jika autopsi sudah selesai dilakukan, namun belum semua hasilnya telah dikeluarkan.

Dari hasil sementara, tidak ada ditemukan luka dari tubuh korban. Namun demikian, Gubtur memastikan jika Dodi merupakan korban pembunuhan.

"Kalau bunuh diri tidak mungkin. Karena kaki dan tangannya terikat dengan rapi," kata Guntur.

Ditambahkanya, ikatan pada kaki dan tangan korban merupakan ikatan yang dilakukan oleh orang lain, bukan diikat sendiri.

Dugaan sementara, Dodi dibunuh oleh orang terdekatnya. Bahkan informasinya, terduga pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Bungo untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Kalau untuk motif dari pembunuhan itu masih kita dalami karena semua saksi dan keterangan sudah di dapat. Besok akan kita sampaikan secara gamblang melalui konferensi pers,” kata Guntur.

Ia juga menyebut, kesimpulan dari hasil pemeriksaan dokter bahwa korban dibuang ke Dam Mulya Jaya dalam kondisi masih hidup. Diperkirakan korban tenggelam kurang dari 24 jam.

Hasil otopsi tersebut juga terdapat benda asing yang masuk ke tenggorokan berupa pasir. "Ini yang menghambat pernafasan korban," katanya.

Sementara itu, warga mengatakan jika korban kesehariannya hanya di rumah, karena ia mengalami gangguan jiwa. Hanya sesekali ia keluar rumah untuk mencari udara segar.

Meski mengalami gangguan jiwa, namun korban tidak menggangu warga lainnya. Ia hanya mengganggu apabila obatnya habis.

"Dia memang mengalami gangguan jiwa, tapi tidak menggangu warga lain," kata Hadi, warga setempat.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments