Sabtu, 29 Januari 2022

Fadli Sudria: Kerinci Harus Belajar dari Letusan Semeru

Perbaiki Manajemen Bencana, Percepat Jalur Evakuasi

Senin, 06 Desember 2021 | 08:00:15 WIB


Gunung Kerinci
Gunung Kerinci / dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Provinsi Jambi Fadli Sudria meminta Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungaipenuh belajar dari musibah letusan Gunung Semeru di Lumajang,  Jawa Timur. Menurut dia, manajemen bencana di dua daerah itu harus diperbaiki.

“Yang pertama, manajemen bencana di Kerinci dan Sungaipenuh harus dibenahi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah harus benar-benar mengetahui apa yang harus diperbuat bila sewaktu-waktu terjadi bencana letusan Gunung Kerinci,” ujar Fadli kepada Metro Jambi, Minggu (5/12).

Baca juga : Gunung Semeru Meletus, Puluhan Warga Mengungsi

Anggota DPRD Provinsi Jambi dapil Kerinci-Sungaipenuh ini meminta Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungaipenuh mengambil pengalaman penanganan bencana pada letusan Gunung Semeru, Sabtu (4/12) lalu.

Semeru mengeluarkan awan panas tebal, menyebabkan ribuan warga di 11 desa dalam sembilan kecamatan di Lumajang panik dan berlarian menyelamatkan diri. Sekitar 300 keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Baca juga : 10 Warga Belum Bisa Dievakuasi dari Dusun yang Terdampak Letusan Semeru

Data terkini BNPB, sebanyak 14 korban jiwa, 45 orang luka berat dan ratusan luka ringan. Ratusan rumah dan bangunan serta kendaraan rusak tertimbun abu vulkanik.

Menurut Fadli, pemerintah setempat sepertinya tidak siap dan tidak sigap menangani bencana Semeru sehingga warga “kocar-kacir” dan banyak korban jiwa.  “Ini jangan sampai terjadi pada masyarakat Kerinci dan Sungaipenuh,” kata politisi PAN ini.

Dia meminta personel dan pengetahuan BPBD Kerinci terhadap bencana ditingkatkan. Fasilitas pendukung untuk evakuasi dan penanganan warga terdampak juga harus dilengkapi. “Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungaipenuh jangan lengah,” tegasnya.

Hal kedua yang harus dilakukan terkait mitigasi bencana di Kerinci dan Sungaipenuh, lanjut Fadli Sudria, adalah mempercepat jalur evakuasi. Dia mengatakan, Kerinci dan Sungaipenuh sudah lama menginginkan dan mengusulkan pembukaan jalur evakuasi mengingat dua daerah ini rawan bencana.

Gunung Kerinci setinggi 3.805 mdpl adalah salah satu gunung berapi aktif yang berpotensi meletus kapan saja. Selain itu, dengan posisinya di kawasan barat Sumatera, Kerinci dan Sungaipenuh rawan bencana gempa bumi. Kerinci juga rawan banjir dan longsor.

“Salah satu jalur evakuasi yang harus dipercepat adalah jalur Renah Pemetik-Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo,” ujar Fadli. Karena itu, Fadli sangat mengapresiasi sambutan Gubernur Jambi Al Haris pada HUT Kabupaten Kerinci dan HUT Kota Sungaipenuh baru-baru ini.

Dalam kunjungan kerja ke Kerinci dan Sungaipenuh, Gubernur Al Haris berjanji merealisasikan jalur evakuasi dari Kerinci dan Sungaipenuh. Dia menyebut dua alternatif jalur baru, yakni Lempur-Renah Kemumu (Merangin) dan Renah Pemetik-Tanah Tumbuh.

Haris mengatakan bahwa sedang dilakukan kajian terhadap usulan jalur evakuasi tersebut. Menurutnya, yang lebih cepat realisasinya kemungkinan adalah jalur Renah Pemetik-Tanah Tumbuh karena jalur Lempur-Renah Kemumu harus melintasi TNKS.

Terkait antisipasi letusan Gunung Kerinci, tiga kecamatan di Kayuaro tercatat paling rawan. Kepala BPBD Kerinci Darifus mengatakan, usulan jalur evakuasi sudah diajukan sejak masa Bupati  Murasman hingga dua periode Bupati Adirozal.

Gubernur Al Haris sendiri, kata dia, berharap pada 2023 jalur evakuasi Renah Pemetik-Tanah Tumbuh mulai dibuka.

Pemkab Kerinci sendiri telah menyiapkan enam jalur evakuasi lokal, yakni Pelompek-Pauh Tinggi, Sungai Tanduk-Danau Tinggi, serta Bukit Tengah-Bedeng Baru-Bukit Sungai Asam-Tirai Embun.

“Kemudian, ada jalur Desa Pasar Minggu-Sungai Renah, Desa Batu Hampar-Ujung Ladang dan yang terakhir Bento-Sungai Asam-Simpang Goreng Ujung Ladang,” sebut Darifus.


Penulis: mrj/pia
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments