Rabu, 17 Agustus 2022

Sejumlah Angkutan Batubara Kedapatan Langgar Batas Muatan

Minggu, 05 Desember 2021 | 10:20:07 WIB


Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol Heru Sutopo memeriksa surat kendaraan salah satu angkutan batubara, Sabtu (5/12) malam
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol Heru Sutopo memeriksa surat kendaraan salah satu angkutan batubara, Sabtu (5/12) malam / Metrojambi.com/ist

 JAMBI - Sejumlah angkutan batubara kedapatan melanggar batas muatan. Hal ini diketahui dari hasil penertiban yang dilakukan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi, Sabtu (4/12) malam.

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol Heru Sutopo mengatakan, penertiban dilakukan di tiga lokasi, yakni di kawasan Sijejang, Terminal Truk Talang Gulo, serta Jembatan Timbang Muaratembesi.

Heru mengatakan ada ratusan kedaraan yang ditindak. Beberapa diantaranya melanggar batas muatan atau tonase.

"Tadi malam kita menemukan beberapa transportir yang mengelabui petugas dengan tidak mencantumkan jumlah muatan pada DO atau surat jalan. Bahkan ada yang mengubah jumlah muatan menjadi 8 ton, yang sebenarnya muatan melebihi dari 8 ton," kata Heru, Minggu (5/12).

Ditambahkan Heru, pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap transportir yang kedapatan mengelabui petugas terkait muatan kendaraan.

"Jika terbukti ada unsur pidananya akan segera diproses," tegas Heru.

Dikatakannya lagi, para transportir agar mentaati ketentuan muatanya dengan tidak lebih dari 8 ton. Selain itu, pemilik usaha angkutan batubara juga diminta untuk mengecek apakah sopir yang diperkerjakannya memiliki SIM (surat izin mengemudi) minimal B1 atau tidak.

"Jika tidak dilakukan pengecekan dokumen seperti SIM, apabila terjadi kecelakaan pemilik mobil dan transportir bisa ikut menjadi tersangka," ujar Heru.

Selain itu, sesuai pasal 90 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Heru menginagtkan agar pengemudi setiap 4 jam harus istirahat minimal setengah jam, guna meminimalisir kejadian laka lantas yang sering melibatkan angkutan batubara.

Lebih lanjut Heru mengatakan, kegiatan penindakan ini akan terus dilakukan dan dievaluasi sampai para pengemudi angkutan batubara tertib dari segi muatan, dokumen muatan, administrasi pengemudi, dan administrasi kendaraan

"Ini salah satu langkah untuk menekan atau menindak pelanggaran yang terjadi. Jika dibiarkan akan berdampak kepada munculnya kecelakaan yang melibatkan angkutan batubara," katanya.


Penulis: Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments