Selasa, 4 Oktober 2022

Limbah Cair PT KIM Diduga Cemari Sungai

Rabu, 15 Desember 2021 | 07:21:42 WIB


/ Metrojambi.com

 MUARABUNGO - Aktivitas penambangan batubara PT Kuansing Inti Makmur (KIM) di Kabupaten Bungo diduga mencemari sungai Batang Asam, Kecamatan Jujuhan.

Akibatnya, pada saat tertentu warga Dusun (Desa, red) Tanjung Belit yang tinggal di sekitar perusahaan tidak bisa menggunakan air yang telah lama menjadi hajad hidup mereka.

Warga Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan yang berbatasan langsung dengan lokasi tambang PT KIM ini mengeluhkan tercemarnya sungai yang diduga dilakukan perusahaan tambang tersebut.

Rio (Kades, red) Tanjung Belit, Jondri Yusren kepada awak media mengungkapkan, ada dua aliran air bekas tambang yang dialirkan ke sungai Batang Asam.

Pada saat-saat tertentu air keruh bekas tambang itu langsung membuat perubahan warna air sungai yang awalnya jernih ikut menjadi keruh.

"Kami melihat air keruh itu mengalir ke sungai Batang Asam pada saat hujan. Kadang malam hari. Mungkin sengaja supaya tidak kelihatan dengan orang banyak," kata Jondri Yusren, Selasa (14/12).

Menurutnya, kondisi seperti itu sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir. Namun belakangan, keluhan dari masyarakat yang disampaikan kepadanya semakin sering dan banyak.

"Masyarakat tidak tahan lagi mandi dan menggunakan air sungai yang keruh. Biasanya kalau hujan di hulu, air sungai sangat deras dan tidak keruh. Tapi belakangan tidak hujanpun sungai keruh,’’ ungkapnya.

‘’Ternyata, sumber keruhnya air sungai adalah dua parit yang mengalir dari tambang PT KIM menuju ke sungai Batang Asam," beber Datuk Rio.

Dampak lainnya, saat ini mulai ada warga yang mengalami gatal-gatal diduga akibat dari penggunaan air sungai Batang Asam yang sudah tercemar.

Pantauan di lapangan, memang terdapat dua aliran dari arah tambang PT KIM yang masuk ke sungai Batang Asam. Satu aliran berbentuk polongan berdiameter sekitar 1 meter dan satu aliran lagi berbentuk parit dengan lebar sekitar 1,5 meter.

Parit dan polongan itu mengalirkan air dengan kondisi keruh dan sangat kental yang membuat sungai Batang Asam mulai dari titik polongan dan parit itu menjadi ikut keruh.

Padahal kondisi yang kontras terlihat dibagian hulunya dengan kondisi air yang sangat jernih.

"Kalau siang hari saat tidak ada hujan biasanya air yang turun dari polongan dan parit itu warnanya sedikit lebih jernih. Tapi kalau waktu-waktu seperti sekarang bisa dilihatlah bagaimana air yang dialirkan ke sungai itu sangat keruh," ucap warga yang minta namanya tak disebutkan.

Sementara itu, pihak PT KIM sendiri saat coba dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangan terkait permasalahan tersebut.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments