Kamis, 8 Desember 2022

Gerakan Jambi Berwaqaf, Dorong Penyerapan Wakaf dan Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi

Senin, 29 November 2021 | 21:28:05 WIB


Foto bersama usai pencanangan kick-off Gerakan Jambi Berwaqaf yang digelar Bank Indonesia Provinsi Jambi
Foto bersama usai pencanangan kick-off Gerakan Jambi Berwaqaf yang digelar Bank Indonesia Provinsi Jambi / istimewa

Jambi – Dalam dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 memberikan tantangan luar biasa bagi perekonomian dunia dan Indonesia.

Kontraksi ekonomi akibat terbatasnya mobilitas sebagai upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 menyebabkan meningkatnya pengangguran dan kemiskinan, serta melebarnya kesenjangan.

Bank Indonesia sebagai bagian dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terus berupaya mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, dengan berperan sebagai AIR (akselerator, inisiator dan regulator).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution, Senin (29/11/2021) menyebutkan, sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, potensi pemanfaatan instrumen keuangan sosial syariah di Indonesia sangat besar.

Data Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2021 menunjukan, bahwa Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia. Hal tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat Indonesia dalam melakukan gotong royong menghadapi masa-masa sulit.

Dalam rangka mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi, potensi ekonomi melalui zakat, infaq, sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), khususnya wakaf dapat didorong untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan, sekaligus mengentaskan kemiskinan.

Dengan potensi mencapai Rp180 triliun pertahun, Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) yang dicanangkan pemerintah menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dan perlu didukung seluruh stakeholders terkait di masing-masing daerah.

Dalam menjawab tantangan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi bersinergi dengan berbagai pihak, mencanangkan kick-off Gerakan Jambi Berwaqaf, guna mendorong penyerapan wakaf di Provinsi Jambi dan mengakselerasi pemulihan ekonomi di Provinsi Jambi.

‘’Kami berharap, semoga penyelenggaraan kick-off Gerakan Jambi Berwakaf dapat menjadi momen untuk menciptakan kebermanfaatan yang lebih luas, baik bagi masyarakat, bangsa dan negara,’’ ujar Suti Masniari Nasution.

Menurutnya, keuangan sosial syariah (Islamic/sharia social finance) memegang peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional serta dapat memberikan solusi efektif dalam mendukung program pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, keuangan sosial syariah memiliki potensi meningkatkan inklusi sosial yang berpengaruh pada terjaga dan meningkatnya permintaan agregat pasar yang dihasilkan dari penyediaan pendapatan atau terjaga dan meningkatnya daya beli (purchasing power) bagi masyarakat dhuafa.

Selanjutnya, bersama keuangan mikro syariah, keuangan sosial syariah dapat meningkatkan inklusi keuangan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat dhuafa untuk memiliki usaha sebagai sumber nafkah atau usaha mikro-kecil untuk mengembangkan usahanya.

Penguatan keuangan sosial syariah dapat berdampak positif terhadap kinerja sektor riil dan sektor keuangan sehingga mampu mempercepat pemulihan ekonomi di tengah situasi ketidakpastian dan guncangan ekonomi.

Keuangan sosial syariah juga dinilai memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam pemulihan ekonomi baik secara regional, maupun secara nasional.

Dari sisi konsumsi, pemberdayaan dana zakat, infak, dan sedekah dapat dimaksimalkan untuk membantu masyarakat dalam bertahan hidup melalui penyediaan kebutuhan dasar masyarakat seperti makanan pokok dan alat pelindung kesehatan.

Sedangkan, dana atau asset wakaf dapat diberdayakan untuk penyediaan fasilitas publik dan alternatif pendanaan bagi pengembangan UMKM, sehingga dapat mendorong pemulihan Ekonomi Nasional.


Penulis: Bar
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments