Senin, 3 Oktober 2022

Korupsi BRI Syariah Seret Lima Nama

Terdakwa Disebut Perkaya Diri Rp 10,6 M

Rabu, 22 Desember 2021 | 08:31:58 WIB


/ dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI - Akhmad Legianto, account officer Bank BRI Syariah Muarabungo, menjalani sidang perdana sebagai terdakwa kasus korupsi dana kredit multiguna kurun 2017-2020. Dalam dakwaan, jaksa menyebut lima nama lain.

Sidang digelar dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Muarabungo. Dakwaan dibacakan secara bergantian oleh Risko dan Raden Dimas Hidayatullah di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi, Selasa (21/12).

Dalam dakwaan, jaksa menyebut bahwa dalam menjalankan aksinya Akhmad Legianto bersama-sama dengan saksi Halimah, Erni Gustina, Sifa Yarni, Kustaniah Dunita dan Elvi Yarnis. 

Legianto dinyatakan sengaja menerima dan mengumpulkan dokumen dari 48 nasabah kredit Kepemilikan Multi Guna (KMG) pada PT Bank BRI Syariah Tbk Kantor Cabang Pembantu Muarabungo pada 2017-2020 yang tidak sesuai dengan  persyaratan dan ketentuan produk.

Jaksa mengungkapkan, ada 23 nasabah yang tidak mengetahui nama mereka diajukan untuk mendapatkan kredit  KMG fiktif itu. Sebanyak 20 di antara nasabah itu adalah PNS dan tiga lainnya non-PNS.

Selain itu, ada 25 nasabah yang mengetahui namanya digunakan untuk pengajuan pembiayaan KMG tersebut, namun data-data dan dokumen yang diajukan tidak sesuai keadaan yang sebenarnya. Mereka juga tidak menerima dana sebesar nilai akad.

Disebutkan, pihak BRI Syariah juga tidak memverifikasi dan menginvestigasi kebenaran dokumen tersebut, misalnya dengan kunjungan langsung ke tempat kerja atau usaha, tempat tinggal dan lokasi agunan.

Jaksa menyebut ini bertentangan dengan Surat Edaran Direksi PT Bank BRI Syariah Tbk No SE.B.001-MDR/02-2017 tentang Pembiayaan Kepemilikan Multi Jasa (KMJ) BRIS iB dan Perubahan Fitur Pembiayaan Kepemilikan Multi Guna (KMG) BRIS iB, angka X Tugas dan Tanggung Jawab huruf B.

Dokumen permohonan 48 nasabah tersebut diproses dan disetujui oleh Pimpinan Cabang PT BRI Syariah KCP Muarabungo. Kemudian, fasilitas pembiayaan KMG tersebut dicairkan.

Akibat pencairan itu, tambah jaksa, ada upaya memperkaya diri sendiri terdakwa Akhmad Legianto sebesar Rp 10,6 miliar dan orang lain, yaitu saksi Halimah, sebesar Rp 1,9 miliar.

Jaksa juga menyebut Legianto memperkaya saksi Erni Gustina sebesar Rp 1,8 miliar, saksi Sisfa Yarni  Rp 495 juta, saksi Kustaniah Dunita  Rp 35 juta, dan saksi Evi Yarnis Rp 42 juta. Total kerugian negara menurut jaksa mencapai Rp 15,9 miliar.

“Laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Jambi, ada dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas pembiayaan KMG yang tidak sesuai prosedur kepada 48 debitur,” sebut Raden Dimas.

Akhmad Legianto akan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Korupsi sebagaimana diubah dengan UU  Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Jerat subsider yang diajukan adalah Pasal 3 jo Pasal 18 undang-undang yang sama.

Menanggapi dakwaan jakwa, pengacara terdakwa, Duen Sasberi, mengatakan keberatan.  “Kita keberatan, untuk itu kita akan eksepsi,” katanya singkat.


Penulis: ria
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments