Rabu, 28 September 2022

Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Sorot Rehab SMAN 3 Sarolangun

Kamis, 23 Desember 2021 | 18:55:26 WIB


Beberapa pekerjaan bangunan dan rehab di SMAN 3 Sarolangun.
Beberapa pekerjaan bangunan dan rehab di SMAN 3 Sarolangun. /

SAROLANGUN - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi M Khairil meradang saat inspeksi mendadak (sidak) ke SMA Negeri 3 Sarolangun, Kamis (23/12). Pasalnya, proyek bangun baru dan rehab gedung sekolah itu senilai Rp 2,6 M terkesan asal jadi.

“Ini banyak yang asal-asalan. Saya minta Disdik tidak mencairkan dananya. Kasihan pihak sekolah yang sudah lama berharap bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) malah mendapat bangunan seperti itu,” ujar Khairil via telepon kepada Metrojambi.com.

Anggota DPRD dapil Merangin-Sarolangun dari Partai Gerindra ini sidak ke sekolah tersebut dalam perjalan kembali dari reses. Dia melihat langsung kondisi bangunan yang asal-asalan dan menanyai pihak sekolah terkait kondisi tersebut.

Dia mengirim foto-foto hasil pekerjaan kontraktor tersebut kepada Metrojambi.com. Tampak antara lain pekerjaan dek yang masih menganga, dinding yang asal jadi, dan pintu yang belum diperbaiki. “Kalau seperti ini, masyarakat pendidikan yang rugi,” tambahnya.

Kepala SMAN 3 Sarolangun Azwar Dinsyah yang ditemui Metrojambi.com menjelaskan bahwa bantuan dari DAK ke sekolah yang dimpimpinnya adalah untuk labor kimia, labor bahasa, ruang UKS, rehab ruang TU dan kantor, dan rehab WC.

Diakuinya, dengan total Rp 2,6 miliar yang didapat sekolahnya, tidak semuanya untuk kegiatan fisik. “Kami juga mendapat bantuan DAK berupa 60 unit komputer dan laptop untuk fasilitas TIK,” jelas Azwar yang ditemui Rabu siang.

Selain itu, pihaknya juga mendapat bantuan pembangunan pagar yang dananya bersumber dari APBD Provinsi Jambi. Namun, dia tidak mengetahui detail pembagian dana untuk masih-masing kegiatan tersebut.

“Yang jelas, gedung belum selesai dan untuk rehab bisa dilihat sendirilah bentuknya,” jelasnya.  

“Apa yang fakta di lapangan beliau (anggota Komisi IV M Khairil, red) sudah lihat bagaimana kekurangannya. Silahkan. Kita serahkan yang berwenang, baik dinas, dan segala macam untuk tindak lanjutnya,” ungkapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Mohammad Ikhwan Apdoli mengaku sudah mendapat kabar soal sidak Dewan ke SMAN 3 Sarolangun. Menurut dia, tidak mungkin tidak mencairkan dana atas pekerjaan proyek oleh rekanan.

“Progress-nya di lapangan sudah 92 persen. Memang masih tampak berantakan, itu karena setelah pekerjaan masih ada material dan bahan-bahan yang belum dirapikan. Lagi pula, pekerjaannya masih berjalan,” jelas Doli.

Menurut dia, dengan total nilai Rp 2,6 miliar, proyek di SMAN 3 Sarolangun dikerjakan oleh beberapa rekanan. Terhadap keterlambatan, tambah dia, sudah dilakukan addendum kontrak.


Penulis: rio/mrj
Editor: Joni Rizal


TAGS:


comments