Kamis, 27 Januari 2022

Sekeluarga Nyaris Hanyut di Sungai Tembikar

Selasa, 28 Desember 2021 | 08:33:29 WIB


/ Metrojambi.com

 MUARASABAK - Hujan deras yang menambah debit sejumlah sungai di Tanjungjabung Timur mencemaskan warga. Bahkan, dua ruko di Mendahara amblas dan hanyut. Enam nyawa nyaris melayang terbawa arus.

Musibah ini terjadi pada Senin (27/12), sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Dua ruko bertiang yang ambruk itu berada di bibir Sungai Tembikar, Jalan Batanghari, RT 01 Kelurahan Mendahara Ilir.

Bangunan tersebut ambruk dan runtuh ke dalam sungai diduga karena tanah penopang tiang dan fondasi bangunan tergerus arus air sungai. Kondisi tanah di sekitar wilayah tersebut memang dikenal labil.

Camat Mendahara Amri Juhardi yang dihubungi Metro Jambi menyatakan bahwa keduo ruko yang ambruk itu adalah milik H Yefrizon dan Hendri. Sehari-hari, ruko tersebut digunakan untuk berjualan pakaian dan sepatu.

“Tanah penopang tiang bangunan tergerus derasnya arus sungai, sehingga bangunan miring dan ambruk,” ujarnya, Senin (27/12). Informasinya, sampai Senin sore arus air Sungai Tembikar masih deras.

Usai musaibah itu, tampak dua ruko berbahan kayu 5 x 25 meter tenggelam di dalam sungai dan terseret beberapa meter. Beruntung, tidak ada korban jiwa.

Hanya saja, semua barang di dalam toko tersebut basah dan belakangan dapat diselamatkan oleh pemilik ruko dibantu warga sekitar dan aparat.

“Dalam bangunan tersebut ada enam orang. Keluarga Yefrison ada 5 orang dan Hendri satu orang. Semuanya selamat. Atas musibah tersebut kerugian yang dialami oleh dua korban sekitar Rp 200 juta,” ujar Amri.

Asniyati, isteri H Yefrison, mengatakan bahwa beberapa menit sebelum kejadian, sekitar pukul 012.10 WIB, dia mendengar suara patahan kayu. Tak lama, dia merasakan bangunan seperti amblas ke bawah.

Mengetahui hal itu, Asniyati langsung membangunkan suami dan anak-anaknya untuk keluar menyelamatkan diri. “Sesaat setelah kami keluar, bangunan langsung ambruk, berbarengan dengan rumah Hendri,” ucap Asniyati.

Mengetahui musibah ini, para tetangga dan warga sekitar berdatangan untuk membantu evakuasi barang-barang.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments