Kamis, 20 Januari 2022

2.422 Anak di Tanjab Timur Putus Sekolah

Selasa, 04 Januari 2022 | 14:16:10 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

MUARASABAK - Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjab Timur, angka putus sekolah pada tahun 2021 di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Timur itu masih terbilang tinggi.

Ada sebanyak 2.422 orang siswa di Kabupaten Tanjab Timur yang putus sekolah, dari jumlah total seluruh siswa sebanyak 35.000 orang yang terdiri dari SD, SMP dan SMA.

"Jadi angka putus sekolah tahun 2021 kemarin masih tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu," kata Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Timur Junaidi Rahmad, Selasa (4/1/2022).

Junaidi menjelaskan, siswa yang putus sekolah di Kabupaten Tanjab Timur didominasi oleh siswa SMP yang akan pindah tingkatan atau naik ke SMA. Dalam rata-rata lama sekolah siswa dapat dilihat, dimana rata-rata hanya 6,92 persen.

"Selain itu, angka yang cukup tinggi juga terjadi di jenjang SMA menuju Perguruan Tinggi, meski angkanya masih jauh dari SMP naik ke SMA," jelasnya.

Terkait faktor penyebabnya sendiri, banyak hal tentunya. Dimana yang paling sering dan mendominasi itu faktor ekonomi, kemudian faktor budaya dan faktor angka kemiskinan.

"Karena faktor ekonomi dan kemiskinan, banyak anak-anak yang memilih bekerja daripada melanjutkan sekolah mereka," terangnya.

Kondisi ini juga menjadi perhatian serius bagi pihaknya, bagaimana angka putus sekolah di Tanjab Timur ini tidak berlanjut dan dapat berkurang. Salah satunya Pemerintah terus mengupayakan kerjasama dengan pihak swasta untuk program beasiswa.

"Satu diantaranya melalui perusahaan-perusahaan besar yang ada di Tanjabtim, sebut saja PetroChina. Kita juga berharap program beasiswa PetroChina ini dapat dirasakan di wilayah terpencil yang ada di Tanjab Timur," tukasnya.


Penulis: Nanang
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments