Kamis, 7 Juli 2022

Pendaki Gunung Kerinci Harus Bebas Covid-19

Hujan Sebabkan Sungai Gunung Labu Meluap

Selasa, 28 Desember 2021 | 08:28:03 WIB


Gunung Kerinci
Gunung Kerinci / dokumentasi - Metrojambi.com

KERINCI - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kabupaten Kerinci meminta para pengunjung tidak mendekat ke radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Kerinci. Menjelang pergantian tahun, pengunjung gunung tertinggi di Sumatera ini diprediksi meningkat.

“Masyarakat dilarang beraktivitas di dalam kawah radius bahaya atau KRB III,” ungkap petugas lapangan PVMBG Kerinci Irpan kepada Metro Jambi, Senin (27/12).

Dia juga mengingatkan agar penerbangan tidak mendekati kawasan sekitar Gunung Kerinci karena sewaktu-waktu gunung ini bisa mengeluarkan abu vulkanik yang membahayakan.

“Untuk cuaca, cerah, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut. Suhu udara 17-24 derajat Celcius, kelembaban udara 68-71 persen,” ujarnya membeberkan kondisi terkini di Gunung Kerinci.

Dia mengatakan, Gunung Kerinci secara umum berkabut, kadang terlihat jelas. “Juga terjadi hujan gerimis, sedang, hingga lebat,” tambahnya. “Gunung Kerinci masih berstatus Level II/Waspada,” pungkasnya.

Petugas pemantauan Gunung Kerinci di R10, Dudung memastikan bahwa jalur pendakian Gunung Kerinci masih dibuka untuk umum, namun tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Setiap pendaki wajib melampirkan surat bebas Covid-19 antigen serta membawa e-KTP. Bagi yang sudah vaksin tetap harus menyertakan surat keterangan sehat,” ujar Dudung. Katanya, tidak ada kegiatan khusus pada pergantian 2021-2022.

Sementara itu, warga Kayuaro di kaki Gunung Kerinci melaporkan sungai dipenuhi material vulkanik dari Gunung Kerinci. Ini diketahui dari salah satu akun Facebook Reno, warga Kayuaro, yang memuat video air besar mengalir di kebun warga di Gunung Labu.

Dalam komentar video tersebut Reno mengatakan bahwa banjir disebabkan hujan deras di puncak gunung. “Ya, di puncak hujannya deras,” tulis Reno membalas komentar netizen lainnya.

Junianto, warga lain, menyebutkan hujan deras di Kayuaro membuat air meluap ke jalanan antara Sungaijambu dan M10.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kerinci Darifus mengatakan, setiap hujan deras, air besar turun dari puncak gunung. “Kalau hujan lebat memang sering terjadi air besar mengaliri sungai Gunung Labu,” katanya singkat.

Namun, petugas pengamatan PVMBG Kerinci Irpan memastikan tidak ada rekaman getaran banjir di alat yang dipakai di kantornya.


Penulis: Dedi Aguspriadi
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments