Kamis, 26 Mei 2022

Hidup Harmoni dengan Orang Rimba

Kamis, 06 Januari 2022 | 15:42:15 WIB


Layanan edukasi dan kesehatan anak-anak Rimba dari PT SAL.
Layanan edukasi dan kesehatan anak-anak Rimba dari PT SAL. / HO/PT SAL

JAMBI - Berdampingan dengan Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba menjadi pengalaman tersendiri bagi PT Sari Aditya Loka (PT SAL). Perusahaan yang menjalankan Program Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans) ini terus berupaya bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat sekitar perusahaan, seperti pemerintah daerah, masyarakat transmigrasi, masyarakat lokal, Orang Rimba, Taman Nasional Bukit Dua Belas, Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS[1]SAD), dan stakeholder lainnya.

Khusus Orang Rimba, PT SAL memiliki program-program untuk membantu kehidupan mereka. Terdapat empat pilar program  yang dijalankan oleh PT SAL. Tidak hanya program-program charity, akan tetapi juga program-program pemberdayaan yang diharapkan mampu meningkatkan kehidupan Orang Rimba. Keempat program itu adalah Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Ketahanan Pangan.

Pendidikan adalah kunci kemajuan sebuah komunitas, tidak terkecuali komunitas adat terpencil Suku Anak Dalam yang biasa juga disebut sebagai Orang Rimba. Oleh karenanya, pada 2009, PT SAL membangun Sekolah Alam Putri Tijah. Inilah sekolah pertama PT Sari Aditya Loka untuk Suku Anak Dalam. PT SAL kemudian melanjutkan program tersebut dengan membangun PAUD Nurul Ikhlas pada 2012.

Hingga kini, sudah ada 11 sekolah yang dikembangkan tim CSR PT SAL, baik sekolah dengan bangunan maupun sekolah lapang. Sebanyak 345 siswa juga telah merasakan manfaat program pendidikan PT Sari Aditya Loka.

Bahkan, ada anak-anak yang disekolahkan sampai ke Jogjakarta, kota pendidikan. “Agar Orang Rimba yang berada di sekitar PT SAL bisa hidup setara dengan masyarakat lainnya,” ungkap Slamet Riyadi, Corporate Social Responsibility (CSR) PT SAL.

Tidak mudah mengajak Suku Anak Dalam untuk mau belajar dan bersekolah. Berbagai pendekatan dilakukan agar anak-anak mau belajar. Beruntung, salah satu orang dewasa dari Orang Rimba ada yang mau mengajar. Seorang wanita yang mencoba membangun pendidikan bagi sukunya sendiri.

Dia hanya lulusan SD, namun cita-citanya mulia menjadi seorang guru. Sekarang sudah mengikuti paket B. Susi namanya. Bersama dengan Susi, PT SAL terus bekerja untuk mengembangkan pendidikan suku anak dalam.

Saat ini, telah banyak SAD yang lulus dari sekolah menengah dalam program PT SAL. Hasil nyata dari keberhasilan ini adalah adanya tiga orang SAD yang melanjutkan sekolahnya di Universitas Jambi dan Politeknik Pembagunan Pertanian Bogor.

“Ketiganya diapresiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, saat kunjungan kerja beberapa waktu lalu,” ungkap Slamet. Yang terbaru, binaan SAD telah men[1]jadi bintara Polri. Tidak berhenti di situ, PT SAL kemudian mengembangkan program pendampingan untuk meningkatkan pendapatan SAD.

Beberapa program yang telah dijalankan semisal hortikultura, peternakan, sampai dengan perikanan. Beberapa peserta program juga telah berhasil mengembangkan usahanya seperti Tumenggung Tarib yang berhasil mengembangkan budidaya lele. Sebagian SAD lagi masih terus berusaha mengembangkan usahanya.

PT Sari Aditya Loka juga mengembangkan program kesehatan. Klinik pertama khusus untuk Orang Rimba dibangun pada 2016. “Ti[1]dak ada biaya, semua gratis untuk Orang Rimba,” ungkapnya. Tahun 2018, dibangunlah klinik kedua.

Tidak hanya itu, bahkan saat ini pelayanan kesehatan PT SAL untuk Orang Rimba sampai dengan masuk ke dalam hutan. Dengan demikian, diharapkan Suku Anak Dalam mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai.

Pangan menjadi salah satu perhatian PT Sari Aditya Loka. Karenanya, PT SAL mengembangkan program ketahanan pangan. Program ini sangat efektif terutama pada saat pandemi seperti sekarang.

“Sebagai jangka pendek, PT SAL memberikan bahan makanan secara rutin setiap bulan,” ungkapnya. Sementara dalam jangka panjang, dikembangkan kebun-kebun yang mendukung program ketahanan pangan.  Dengan demikian, PT SAL ingin Orang Rimba tidak ada yang kekurangan bahan pangan atau kelaparan.

 

Dukungan Pemprov Jambi

Menurut Slamet, keberhasilan program ini juga tidak lepas dari dukungan pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, maupun Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Merangin. Dukungan dan kerjasama pemerintah menjadi penyemangat PT SAL untuk terus berkontribusi kepada masyarakat pada umumnya dan Suku Anak Dalam pada khususnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada khususnya Pemerintah Provinsi Jambi atas support-nya pada program-program yang kami laksanakan,” kata Slamet. Kolaborasi antara perusahaan dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kekuatan dalam pengembangan program-program kami. Oleh karenanya PT SAL berusaha membangun program-program yang bermanfaat bagi Suku Anak Dalam bersama-sama dengan seluruh stakeholder.

“Selamat Ulang Tahun Provinsi Jambi, Semoga Provinsi Jambi menjadi provinsi yang terus maju,” pungkas Slamet.(*)

 


Penulis: */
Editor: MrJ



comments