Kamis, 20 Januari 2022

Lomba Perahu, Asis Tewas Terjepit Mesin Ketinting Saat Ngebut Hingga Nabrak Nipah

Senin, 10 Januari 2022 | 07:42:00 WIB


/ Metrojambi.com

 MUARASABAK - Acara lomba perahu ketinting di perairan Desa Sungai Tawar, Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur, Minggu (9/1) siang, berakhir tragis. Asis bin Ahmad (55), salah satu peserta, ditemukan tak sadarkan diri saat perahunya sedang melaju dalam kecepatan tinggi.

Sumber di lokasi acara menyebutkan bahwa peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, tidak lama setelah start lomba dilakukan. Korban, Asis, adalah salah satu peserta dari RT 03 Dusun Indah II, Desa Sungai Tawar.

Kanit Reskrim Polsek Mendahara M Taufik menceritakan, saat lomba sedang seru-serunya, tiba-tiba salah satu ketinting yang melaju dari arah utara berputar-putar di atas air dengan kecepatan tinggi. Warga mencoba mendekat dan diketahui bahwa pengemudi ketinting tersebut tidak bergerak sama sekali.

“Diketahui bahwa yang berada di atas ketinting itu adalah Asis,” kata Taufik.

Setelah berkali-kali berputar-putar, ketinting Asis berhenti di arah selatan setelah menabrak pohon nipah di pinggir sungai. Masyarakat langsung mendekat dan mengevakuasi Asis yang tidak sadarkan diri.

“Korban langsung dibawa ke Pustu Desa Sungai Tawar untuk mendapatkan pertolongan medis. Berselang sekitar 30 menit, korban siuman,” tambahnya .

Melihat Asis sudah sadarkan diri, dokter menyarankan Asis dirujuk ke Puskesmas Mendahara. Namun Asis dan keluarganya menolak. Satu jam kemudian kesadaran Asis menurun. Sekitar pukul 13.50 WIB, Asis meninggal dunia.

Informasi didapat, Asis mengalami luka serius di bagian wajah, yang memerlukan penanganan lebih lanjut ke Puskesmas atau rumah sakit. “Namun, korban dan keluarga menolak dirujuk,” kata Taufik yang menambahkan bahwa pasca kejadian suasana di daerah itu aman dan kondusif.

Sekretaris Desa Sungai Tawar Oddang yang dihubungi via telepon membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, dia mengaku tidak mengetahui persis kenapa Asis bisa tidak sadarkan diri saat berada di dalam perahu untuk mengikuti lomba.

Berdasarkan cerita yang didapat Oddang dari masyarakat, kemungkinan Asis terjepit pada mesin ketinting. “Kita tidak tahu korban itu pingsan karena terjepit mesin, atau pingsan dulu baru terjepit mesin. Yang jelas korban mengalami luka robek di bagian mulut,” terangnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments