Selasa, 17 Mei 2022

Orang dengan Gerak-gerik Mencurigakan Dipergoki di Depan Sekolah, Dicurigai Mau Melakukan Penculikan

Selasa, 11 Januari 2022 | 11:48:31 WIB


RAWAN PENCULIKAN : Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) 09016 Hidayatul Islam di RT 24 Parit 3 Darat, Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar)
RAWAN PENCULIKAN : Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) 09016 Hidayatul Islam di RT 24 Parit 3 Darat, Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) / Eko Siswono/Metrojambi.com

KUALATUNGKAL - Sejumlah orang tua yang menyekolahkan anaknya di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) 09016 Hidayatul Ihsan di RT 24 Parit 3 Darat, Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) saat ini tengah dilanda kecemasan terkait adanya dugaan upaya penculikan anak di sekolah itu.

Salah seorang walimurid, Muhamad Damsir mengatakan, pada Rabu (5/1/2022) lalu ia memergoki orang tidak dikenal dengan gerak gerik mencurigakan berada di depan sekolah. Saat itu, kata Damsir, ia hendak menjemput anaknya ke sekolah.

"Orang itu terlihat mondar mandir di depan sekolah," kata Damsir, Senin (10/1/2022).

Ditambahkan Damsir, ia sempat menanyai orang tersebut, dimana jawaban yang diberikan berubah-ubah. "Awalnya bilang mau ke Pangkal Duri, terus bilang lagi mau ke rumah Pak Haji Gimin. Waktu ditanya lagi bilang mau ke Parit 4 Darat," beber Damsir.



Dikatakannya lagi, orang yang mencurigakan tersebut juga sempat mengaku tengah menunggu anak sekolah, mau mengantarkannya pulang ke rumah.

Karena curiga, Damsir kemudian memanggil pihak sekolah. Namun orang yang gerak geriknya mencurigakan itu langsung kabur menggunakan mobil.

"Kami bilang 'mau ngambek (menculik, red) anak sini ya, mau kami bantai kamu kalau ambil anak di sini'. Anak-anak lalu kami suruh masuk dan pelaku kabur," ujarnya.

Lebih lanjut Damsir mengatakan, dari keterangan warga sekitar diduga pelaku penculikan itu sudah melakukan pengintaian selama tiga hari di sekitar lokasi.

"Kata pak Muis yang punya toko dekat sini pelaku itu sudah tiga hari bolak balik," katanya.

Terkait kejadian ini, Damsir meminta kepada orang tua maupun walimurid untuk bisa mejemput anak anaknya saat pulang sekolah. "Was-was kami semua d isini. Kalau bisa jemput dan antar anaknya biar aman," tandasnya.

Sementara itu salah seorang siswa bernana Ratih mengatakan, ia sempat diangkat oleh orang tidak dikenal dan akan dibawa ke mobil. Namun Ratih mengatakan saat itu ada warga melihat, sehingga ia dilepaskan.

"Saya baru beli jajan di toko depan pas jam istirahat. Waktu itu sempat diangkat mau dibawa ke mobil, tapi untung ada bapak-bapak lewat," katanya.

Ratih mengaku takut setelah kejadian itu. Menurutnya, sekarang dia jarang main ke seberang jalan. "Waktu itu diam saja, takut sekarang," ujarnya.

Abdul Karim, salah seorang guru MIS Hidayatul Ihsan mengatakan, setelah kejadian itu ada sejumlah orang tua siswa tidak menyekolahkan anaknya. "Ada yang nggak sekolah anaknya, orang tuanya takut," kata Abdul Karim.

Dia menyebutkan jika saat ini proses belajar mengejar berjalan seperti biasa. Sekolah juga melakukan pengawasan lebih dan meminta siswa jangan main keluar. "Kita juga lebih waspada sekarang ini," ujarnya.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments