Kamis, 26 Mei 2022

Diduga Mencemari Sungai DLH Bungo akan Cek Limbah PT KIM

Rabu, 12 Januari 2022 | 20:51:47 WIB


Kepala DLH Kabupatn Bungo Giyatno
Kepala DLH Kabupatn Bungo Giyatno / Metrojambi.com

 MUARABUNGO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo dalam waktu dekat ini akan melakukan penyelidikan terhadap PT Kuansing Inti Makmur (KIM), terkait adanya keluhan warga terhadap aktivitas perusahaan tersebut.

Perusahaan yang bergerak di bidang tambang batubara itu diduga sengaja membuang limbah cair ke ke sungai di Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo.

Pantauan di lapangan, terdapat dua aliran dari arah tambang PT KIM yang masuk ke Sungai Batang Asam. Satu aliran berbentuk polongan berdiameter sekitar 1 meter, dan satu aliran lagi berbentuk parit dengan lebar sekitar1,5 meter.

Parit dan polongan itu mengalirkan air dengan kondisi keruh dan sangat kental. Dengan aliran yang cukup besar itu membuat Sungai Batang Asam mulai dari titik polongan dan parit itu menjadi ikutan keruh. Padahal kondisi yang kontras terlihat dibagian hulunya dengan kondisi air yang sangat jernih.

Akibat aliran tersebut warga setempat mengeluh. Warga tidak dapat lagi menggunakan air sungai yang telah dialiri oleh limbah tersebut untuk keperluan sehari-hari.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Bungo Giyatno mengaku baru mendapatkan kabar terkait hal itu. Dikatakan Giyatno, ia akan memanggil tim teknis yang menangani masalah itu.

"Saya baru tahu informasi itu. Nanti saya tanyakan tim teknis yang menangani bidang ini," kata Giyatno, Rabu (12/1/2022).

Giyatno juga mengatakan jika pihaknya akan turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan secara langsung. Jika memang benar informasi yang dikeluhkan warga, maka mereka akan melakukan upaya tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Nanti kita cek dulu ke lapangan," ujarnya.

Jika melihat dari video yang ditunjukkan kepadanya, dirinya meyakini jika air yang keluar dari paralon dan parit itu merupakan air limbah yang tidak melalui proses yang baik, sebab warnanya sangat pekat.

Namun demikian, dirinya belum bisa memastikan hal itu, sebab semuanya ada standar operasional. "Kalau berbahaya atau tidak, kita belum tahu. Yang jelas air yang keluar dari perusahaan sudah bersih. Air itu biasanya disaring terlebih dahulu, baru boleh dibuang," ungkap mantan Camat Babeko ini.

Sebelumnya, Humas PT KIM Faried mengklarifikasi kepada media menyebut jika itu bukanlah limbah. Katanya, air di Tanjung Belit itu keruh akibat aktivitas PETI. "Di atas itu ada aktivitas PETI," kata Faried belum lama ini.

Namun, pada kenyataannya air keruh tersebut bersumber dari paralon milik PT. KIM. Aliran sungai yang dimaksud dari aktivitas PETI tidaklah keruh.

Terpisah, Datuk Rio (Kepala Desa, red) Tanjung Belit Jondri Yusren menyebut jika ada dua aliran air bekas tambang yang dialirkan ke sungai Batang Asam.

Kata dia, air tersebut mengalir pada saat-saat tertentu. Jika air tersebut mengalir, maka air sungai langsung berubah, sementara jika tidak ada aliran airnya, maka air sungai sangat jernih.

"Dari sepemantauan kami air keruh itu mengalir ke Sungai Batang Asam pada saat hujan. Kadang malam hari. Mungkin sengaja supaya tidak kelihatan dengan orang banyak," kata Jondri.

Ditambahkannya, kondisi seperti itu sejak sekitar dua tahun terakhir masyarakat Tanjung Belit rasakan. Namun belakangan, keluhan dari masyarakat yang disampaikan kepadanya semakin sering dan banyak.

"Masyarakat tidak tahan lagi mandi dan menggunakan air keruh lagi. Biasanya kalau tidak hujan di hulu sangat deras air sungai tidak sampai keruh. Tapi belakangan tidak hujanpun sungai keruh. Dan kita dapatkan sumber keruhnya adalah dua parit yang mengalir dari tambang PT KIM dialiri ke sungai Batang Asam," ungkap Jondri.

Jondri juga mengatakan jika pihaknya telah beberapa kali menyampaikan keluhan warga tersebut, namun pihak perusahaan seperti kucing-kucingan. "Kalau satu hari, dua hari bahkan seminggu ada responnya. Tapi setelah itu terjadi lagi pembuangan limbah," kata Jondri.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments