Kamis, 26 Mei 2022

Simpang Siur Pasien Omicron: Tour Operator Bantah, Sekda Sebut Tujuh Warga Merangin Masih Diisolasi

Kamis, 13 Januari 2022 | 07:37:18 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Antara

 BANGKO - Pengelola Light Water Tour & Travel Merangin, Adri Noferi, membantah kabar tujuh warga Merangin terpapar virus Covid-19 varian Omicron sepulang dari Turki. Karantina usai perjalanan dari luar negeri, jelas dia, bukan berarti karena terpapar Covid-19.

“Prosedur perjalanan dari luar negeri itu kan jelas. Sebelum pulang, kita tes PCR, setiba di Indonesia --masih di bandara--, kita kembali tes PCR. Itu wajib. Jika hasilnya negatif, kita menjalani karantina tujuh hari di hotel yang ditunjuk pemerintah,” ujar Feri, sapaan Adri Noferi, Rabu (12/1).

Pada hari pertama karantina pun, tambah dia, masih dites PCR. “Terus hari keenam juga tes PCR. Jika hasilnya negatif, baru kita boleh pulang. Itu ada sertifikatnya,” tambah Feri.

Dan, ketujuh warga yang pulang dari Turki pada 2 Januari 2022 itu, lanjut Feri, telah kembali ke rumah masing-masing di Merangin setelah dikarantina dan dites PCR. “Mereka dinyatakan negatif Covid-19,” ujar Feri.

Penjelasan Feri terkait pemberitaan sejumlah media, termasuk website resmi Pemkab Merangin, www.meranginkab.go.id, yang menyebutkan tujuh warga Merangin diduga terpapar Omicron sepulang dari Turki.

Situs Pemkab dengan mengutip Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Tomi Radya Diansyah Lubis menurunkan berita dengan judul “Omicron, Tujuh Warga Merangin Dikarantina di  Jakarta”. Berita itu diikuti media online lainnya dengan judul “Breaking News! Tujuh Warga Merangin Terpapar Omicron”.

Feri mengaku bingung dengan beredarnya kabar tujuh warga Merangin terpapar Omicron. Sebab, lanjut dia, mereka sudah dites berkali-kali dan dinyatakan negatif Covid-19 sebelum kembali ke Merangin pada 8 Januari 2022.

Sepengetahuannya, hanya Light Water yang baru membawa warga Merangin berkunjung ke Turki.  “Tujuh orang (dari Merangin). Jumlah rombongan seluruhnya 15 orang, gabung dengan rombongan dari Makassar,” kata Feri.

Feri sendiri mengaku sedang menjalani karantina di Jakarta usai pulang dari menjalankan ibadah umrah. “Kalau saya iya, saat ini sedang karantina di Jakarta,” pungkasnya. 

Juru bicara Satgas Covid-19 Merangin M Arif saat dikonfirmasi menyatakan belum mendapat informasi pasti mengenai kabar warga Merangin terpapar Omicron.

“Info dari Pak Dandim, iya. Tapi kita belum dapat info detailnya. Yang jelas mereka dikarantina. Sesuai ketentuan yang baku, memang harus dikarantina, mereka belum tentu terpapar Covid-19,” katanya kepada awak media.

Satgas Covid-19 Provinsi Jambi belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun Sekda Provinsi Jambi Sudirman menyatakan mendapat data dari Dinkes Provinsi Jambi bahwa ada tujuh warga Merangin terpapar Omicron sepulang dari luar negeri.

“Posisi yang bersangkutan sedang diisolasi dan diobati di Jakarta sampai sembuh,” ujar Sudirman, Rabu (12/1) malam. Sudirman meminta warga Jambi menunda keberangkatan ke luar negeri bila tidak begitu urgen.

“Antisipasi lainnya yang menjadi sangat strategis adalah menuntaskan vaksinasi kepada masyarakat Provinsi Jambi yang belum divaksin,” ujarnya. Dia meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, dan menggunakan masker.

Dia mengingatkan agar tetap menjaga jarak, tidak berkerumun, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta mengurangi mobilitas bila tidak terlalu penting. “3T (testing, tracing, dan treatment) juga terus dilakukan,” lanjut Sudirman.

Sebelumnya, kata Sudirman, pemerintah sudah melakukan pengetatan pintu masuk Jambi, seperti bandara.

Epidemiolog Universitas Jambi Ummi Kalsum juga menyatakan bahwa yang paling penting untuk mencegah Omicron adalah pengawasan pintu masuk perjalanan internasional dan konsisten menerapkan prokes.

“Yang tak boleh terlepas adalah protokol kesehatan di masyarakat karena dari analisis kita, peningkatan Omicron terjadi karena tak ketat protokol kesehatannya,” kata Ummi. Senada dengan Sudirman, Ummi mendorong peningkatan capaian vaksinasi.


Penulis: fdy/chy/mrj
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments