Sabtu, 29 Januari 2022

Polda Jambi Periksa Staf PT Antam Terkait Kasus Emas Ilegal

Kamis, 13 Januari 2022 | 20:47:12 WIB


Staf PT Antam mendatangi ruang Ditreskrimsus Polda Jambi untuk diperiksa terkait kasus perdagangan emas ilegal, Kamis (13/1/2022)
Staf PT Antam mendatangi ruang Ditreskrimsus Polda Jambi untuk diperiksa terkait kasus perdagangan emas ilegal, Kamis (13/1/2022) / Metrojambi.com

 JAMBI - Penyidik Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi memeriksa staf PT Aneka Tambang (Antam) terkait pengembangan kasus jaringan perdagangan emas ilegal yang beberapa waktu lalu berhasil diungkap.

Pemeriksaan terhadap pihak PT Antam dilakukan untuk mendalami keterangan tersangka yang menyebutkan emas ilegal yang telah diolah ada yang dijual kepada PT Antam dengan menggunakan surat keterangan dari toko emas yang ada di Sumatera Barat.

"Kami bekeja sama dengan PT Antam untuk melakukan klarifikasi terhadap informasi atau keterangan sebelumnya, bahwa ada dugaan aliran perdagangan emas dari beberapa tersangka yang sudah kita tahan di Polda Jambi menuju ke PT Antam," kata Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (13/1/2022).

Ditambahkan Sigit, pihaknya saat ini masih mendalami mekanisme prosesur pembelian, kemudian kemurnian yang dilakukan oleh PT Antam. "PT Antam sangat kooperatif. Kita akan terus bekerja sama untuk terus mengklarifikasi  keterangan-keterangan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, staf PT Antam saat ditanyai wartawan usai pemeriksaan di Mapolda Jambi tidak bersedia memberikan keterangan.

"Kami tidak memberikan keterangan. Nanti langsung tanyakan ke Corporate Secretary, mereka nanti yang kasih keterangan," kata staf PT Antam saat meninggalkan ruang Ditreskrimsus Polda Jambi.

Terkait kasus ini, Polda Jambi telah menetapkan enam orang tersangka dengan inisial IW (43), DP (38), HG (40), IM (51) dan AS (72), serta oknum polisi berinisial MM.

Selain menetapkan enam orang tersangka, Polda Jambi juga mengamankan barang bukti berupa sejumlah emas batangan dengan berat keseluruhan lebih kurang 3 Kg, serta uang tunai lebih kurang Rp 1,6 miliar yang diduga akan digunakan sebagai modal untuk membeli emas hasil penambangan emas ilegal di wilayah Jambi.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments