Kamis, 26 Mei 2022

Diburu, Dibacok di Warung Sate

Aksi Brutal Remaja Bawah Umur Bawa Samurai

Senin, 17 Januari 2022 | 07:44:33 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

JAMBI - Kawanan geng motor brutal kembali beraksi dan meresahkan warga Kota Jambi. Kali ini berandal bersenjata tajam itu memburu, membacok dan menghajar korbannya di sebuah warung sate di Simpang Mayang, Sabtu (16/1) dinihari.

Korbannya diketahui bernama M Nugie Hendrian (18). Polisi langsung menyelidiki dan memburu para pelaku. Selang sehari, lima terduga pelaku diamankan, yang ternyata masih di bawah umur.

Mereka adalah RDA (14), IDU (15), MAH (17), AFD (17), dan MHR (17). “Saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Jambi untuk kemungkinan tersangka lain,” kata Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto, Minggu (16/1).

Baca juga : Polisi Amankan Lima Remaja Terkait Pembacokan di Warung Sate

Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Kompol Afrito Marbaro mengungkapkan, salah satu yang diduga ikut membacok korban adalah RDA  yang masih 14 tahun. Dia berboncengan motor dengan IDU yang baru 15 tahun.

Afrito menjelaskan, malam itu korban M Nugie Hendrian bin Hendra berniat tidur di tempat temannya. “Sesampainya di warung sate tersebut, datang lima orang dengan sepeda motor dan mengayunkan senjata tajam ke arah korban,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, Nugie mengalami luka bacok di kepala, jari manis patah dan punggung mengalami luka gores. Polisi mengamankan senjata tajam panjang yang digunakan RDA.

Saksi mata, Rita, menyebutkan bahwa kejadian brutal itu cukup mengerikan dan membuat takut para karyawan warung Sate Sutra tempatnya bekerja. Saat itu, segerombolan langsung masuk warung mencari korban yang kemudian dihajar beramai ramai.

“Saat dikeroyok, korban dibacok di bagian kepala,” kata Rita, Minggu (16/1). Dalam keadaan panik dan takut, Rita dan karyawan lainnya berhamburan ke luar warung sambil meminta pertolongan.

Rita menjelaskan, dinihari itu, sekitar pukul 00.15 WIB, dia sedang bersiap untuk menutup warung sate di Jalan Ir Juanda itu. Saat berkemas dan beres-beres membersihkan piring bekas pembeli, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam warung.

“Dia berteriak minta tolong,” ujar Rita. Belum sempat mendapat pertolongan, segerombolan pemuda yang terindikasi geng motor dengan senjata tajam pisau, parang panjang dan clurit, memburu sang korban.

Awalnya, dua orang masuk sambil membawa senjata tajam. Kemudian datang lagi satu orang membawa parang panjang. Korban yang tak punya jalan lari itu mengalami luka parah di bagian kepala.

Tak lama, mendengar ribut-ribut sejumlah warga berdatangan. “Seorang tukang ojek membawa korban ke Rumah Sakit Abdul Manap,” jelas Rita.

Saat melakukan aksi pengeroyokan dan pembacokan, para pelaku ditunggu oleh rekan-rekan mereka yang membawa sepeda motor. “Saya lihat ada motor N-Max, KLX dan Beat  di luar warung,” sebutnya. Semuanya melarikan diri usai melakukan aksi brutal.

Informasi lain yang dihimpun Metro Jambi, sebelum kejadian terlihat beberapa pemuda dibuntuti para pelaku dari kawasan Tugu Juang. Mereka berhenti untuk bersembunyi di warung sate.

Namun, saat para pelaku datang, tiga lainnya berhasil melarikan diri ke arah belakang warung dan melompat pagar. “Sayangnya satu orang di dalam warung disabet senjata tajam dan luka di wajah,” ujar seorang warga.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments