Senin, 23 Mei 2022

Patuhi Mendagri, Pemkot Jambi Hapus Libur

Senin, 06 Desember 2021 | 08:03:28 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

JAMBI - Mengikuti instruksi Mendagri, Pemkot Jambi juga menghapus libur semester ganjil yang bertepatan dengan libur khusus Natal dan Tahun Baru 2022. Dengan demikian, selama 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, guru dan siswa tetap masuk sekolah.

Aturan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Mulyadi melalui surat edaran resmi bertanggal 26 November 2021. Dijelaskannya, penilaian akhir semester (PAS), pengolahan nilai serta pengisian rapor semester ganjil dilaksanakan pada 13-30 Desember 2021.

Baca juga : Jambi Siap Laksanakan PPKM Level III Jelang Nataru

Dengan demikian, lanjut Mulyadi, tanggal penulisan rapor adalah 31 Desember 2021, sedangkan pembagian rapor dilaksanakan pada Senin, 3 Januari 2022. Dia mengingatkan agar PAS, pengolahan dan pengisian nilai serta penyerahan rapor menaati protokol kesehatan secara ketat.

“Selama periode Natal dan Tahun Baru dari 24 Desember 2021 sampai 2  Januari 2022, bagi pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik tidak ada libur dan atau cuti,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Mulyadi juga meminta kegiatan belajar mengajar semester genap tahun pelajaran 2021/2022 dimulai langsung sehari setelah pembagian rapor, yakni pada 4 Januari 2022. Dijelaskan, aturan ini diterapkan untuk mencegah Covid-19 selama nataru.

Kasus Covid-19 di Kota Jambi sendiri diketahui mengalami penurunan drastis.

Kepala SMP Al-Mutmainnah menyatakan tidak ada komplain dari orang tua siswa terkait hilangnya libur akhir semester dan libur nataru. “Belum ada protes dari orang tua siswa,” ujarnya.

Kepala SMPN 21 Kota Jambi Jamil Rusdi juga menyatkan serupa. “Kebijakan ini libur sifatnya nasional,” ungkapnya.

Ketua Komite SMP Muhammadiyah 1 Kota Jambi Sukendro mengaku bisa memahami kebijakan tersebut. “Mungkin tidak ada libur itu karena siswa sudah lama belajar secara daring. Jadi ini bisa menambah jam belajar,” ujarnya.

Namun, dia tetap mengharapkan ada libur, walau hanya dua atau tiga hari. “Untuk mereka (guru dan siswa, red) refreshing,” tandasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menilai intruksi terkait peniadaan libur nataru itu merupakan langkah tepat dalam mengantisipasi merebaknya kembali Covid-19.


Penulis: Nita Priyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments